Polhut BBTNGL Nyaris Tertembak OTK

- Selasa, 05 April 2016 20:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir042016/beritasumut_Polhut-BBTNGL-Nyaris-Tertembak-OTK-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut/Ilustrasi
Tembakan
Beritasumut.com-Tim Polisi Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Leuser (Polhut BBTNGL) nyaris menjadi korban tembakan dengan orang tak dikenal (OTK) saat melakukan patroli rutin di dalam kawasan TNGL.Hingga kini, pelaku masih dalam  pencarian.

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Stabat Sapto Aji Prabowo menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi, Kamis (31/3) malam, saat tim patroli sedang membuat camp di alur Sei Pinang, Hulu Sungai Besitang, Resort Sei Betung. 

Saat itu, kata dia, sekitar pukul 21.00 tim melihat tiga orang sekitar sepuluh meter dari lokasi menggunakan headlamp lalu memintanya mematikan headlamp karena silau. Tiba-tiba,  lanjut dia, ketiga orang tersebut berteriak "mainkan" lalu terjadi adu tembak. "Mereka kabur dan sempat menembak lagi dua kali, ganti ditembak tim dua kali," jelasnya kepada wartawan, Selasa (05/04/2016)

Beruntung, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Tembakan para pelaku mengenai pijakan tanah anggota patroli yang membawa senjata api. Tim yang sudah berpatroli selama  sembilan hari itu kemudian berpindah camp dan berhasil mendapatkan sinyal untuk melapor ke kantor BBTNGL di Medan. Tim ini merupakan satu dari lima tim yang berpatroli selama 10-14 hari setiap bulan

"Kami kemudian turunkan tim backup untuk mencari tambahan bukti, ditemukan 3 selongsong peluru, jenis belum dapaat dipastikan. Hari ini akan melapor ke Polres Stabat," jelasnya.  

Ditanya mengenai ciri-ciri pelaku, pihaknya mengaku tidak melihatnya dengan jelas dan timnya belum detail menjelaskannya. "Cuma info dari pemilik perahu tentang siapa yang naik, kami sudah dapat," jelasnya. 

Dia menggambarkan, lokasi kejadian merupakan hutan belantara, sekitar dua sampai tiga jam naik perahu dari tekong Pantai Buaya ke arah hulu. "Dekat sungai, jalan kali sekitar enam sampai tujuh  jam dari batas kawasan di Trenggulun," katanya. 

Sapto berharap pihak kepolisian bisa menginvestigasi dan terus menindak lanjutinya. "Karena bentuk teror ke petugas Taman Nasionaal ini," tambahnya.(BS01)


Tag:

Berita Terkait