HP Terjatuh Saat Beraksi, Komplotan Perampok SPBU Aek Loba Asahan Digulung Polisi

Redaksi - Selasa, 22 Maret 2016 19:04 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir032016/beritasumut_HP-Terjatuh-Saat-Beraksi--Komplotan-Perampok-SPBU-Aek-Loba-Asahan-Digulung-Polisi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Ilustrasi.
Beritasumut.com - Aksi perampokan SPBU Aek Loba, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan, akhir Februari lalu terbongkar. Para pelaku, termasuk seorang narapidana, tertangkap setelah handphone (H) mereka terjatuh di tempat kejadian."Perampokan terjadi Senin (29/2/2016) siang. Dua pelaku membawa kabur uang Rp450.000.000 yang akan disetorkan ke Bank BRI," kata Wakapolres Asahan Kompol Dorma Purba, Selasa (22/3/2016).Pelaku yang ditangkap masing-masing Legito alias Gito (22), Edi Kurniawan alias Edoy (20), Batman (37), Irawan (22), Suhairudi alias Udit (30), Mariani (37), Lely Sriani Widiyanti Astuti (32), dan Muliono alias Mul (narapidana Lapas Tanjung Pura). Sementara tiga orang lain, salah seorang bernama Pak Udin, masih diburu petugas.Perampokan ini berawal saat Muliono yang masih menjalani hukuman di Lapas Tanjung Pura, Langkat, menelepon Legito pada Jumat (26/2/2016). Dia menawari pemuda itu untuk ikut merampok dan mengiming-imingi hasil yang bisa dijadikan modal untuk menikah.Legito setuju dan disuruh menghubungi Edi Kurniawan. Mereka pun membahas aksi yang akan dilakukan di Asahan.Legito dan Edi kemudian disuruh Muliono menemui keponakannya, Batman, di Kisaran pada Senin (29/2/2016) dini hari. Batman kemudian mengarahkan keduanya menginap di warung milik pacarnya bernama Mariani. Mereka membicarakan perampokan di sana.Tak lama berselang, Pak Udin bersama dua temannya datang bergabung ke lokasi menggunakan mobil Toyota Avanza. Rencananya, Legito dan Edi yang akan beraksi mengunakan sepeda motor Yamaha Scorpio merah milik Irawan. Sasarannya tas yang dibawa keluar dari kantor SPBU sekitar pukul 12.00 WIB. Sementara, Pak Udin dkk mengawal dan mengawasi mereka.Sesuai rencana, Legito merampas tas hijau dan tas plastik yang dibawa Sugiono, saat penanggung jawab SPBU itu keluar dari minimarket yang ada di sana. Sempat terjadi tarik menarik antara keduanya.Sugiono akhirnya tak berdaya setelah Legito menodongkan senjata api. Sejurus kemudian, Edi menjemput rekannya dan mereka kabur ke arah Rantau Prapat.Kejadian ini dilaporkan ke polisi. Petugas Polsek Pulo Raja pun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)."Di sana petugas kita Aiptu M Purba menemukan satu unit HP Samsung putih," sambung Dorma.Awalnya tak diketahui HP itu milik siapa. Namun, tiba-tiba ada panggilan dari seseorang dengan nama Wak Udin. Ketika diangkat, laki-laki yang menghubungi menyuruh segera membuang jaket dan helm yang digunakan. Dia juga mengaku sudah berada di kawasan Mambang Muda.Temuan ini pun dikembangkan polisi. Mereka pun berhasil menangkap Legito, Edi, Batman, dan Mariani. Selain itu mereka juga mengamankan Suhairudi alias Udit.Suhairudi baru kenal dengan Legito dan Edi saat keduanya kabur setelah merampok. Mereka minta bantuan kepada Suhairudi saat bertemu di perkebunan kelapa sawit. Saat itu pula Legito menyadari HP-nya sudah tidak ada di kantong. Legito dan Edi bersembunyi di rumah Suhairudi selama dua hari sebelum dijemput Batman dan Mariani. Di rumah itu pula mereka membagi hasil rampokan. Legito dan Edi masing-masing mendapatkan Rp140 juta. Muliono diberi Rp40 juta. Dari jumlah itu Rp10,5 juta dan 1 unit sepeda motor Yamaha Mio diberikan kepada istrinya, Lely Sriani Widiyanti Astuti. Sementara itu, Batman memperoleh Rp20 juta. Pak Udin dkk mendapatkan Rp45 juta dan senjata api laras pendek dikembalikan kepadanya. Suhairudi yang baru dikenal namun ikut membantu juga diberi Rp20 juta. Irawan yang meminjami sepeda motor pun memperoleh Rp15 juta.Tapi para pelaku tak lama menikmati uang hasil rampokan itu. Mereka tertangkap."Kita berhasil mengamankan barang bukti berupa sisa uang rampokan dan barang yang dibelanjakan, seperti 3 unit sepeda motor, salah satunya Kawasaki Ninja Warrior, kulkas, dan 4 gram emas," jelas Dorma.Polisi terus mengembangkan penangkapan ini. Mereka masih memburu Pak Udin dkk yang disinyalir menyewakan senjata api dan mengawal perampokan. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Wanita Warga Menteng Medan Tewas Dirampok Kekasih, Jasadnya Dibuang ke Kebun Tebu Diski

Berita

Seorang Komplotan Maling Bongkar Rumah Tumbang Ditembak Polsek Medan Helvetia di Simalungun

Berita

Polda Sumut Tangkap Sindikat Perampok Nasabah Bank

Berita

Polsek Medan Helvetia Tangkap Tiga Perampok Taksi Online

Berita

Pelaku Begal Tumbang Ditembak Polisi di Percut Sei Tuan

Berita

Lawan Polisi, Perampok Bersenpi Ditembak Mati di Medan