Mobil Ditembak OTK, Dokter Gigi Selamat

Redaksi - Kamis, 31 Desember 2015 12:58 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir122015/beritasumut_Mobil-Ditembak-OTK--Dokter-Gigi-Selamat.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Ilustrasi.

Beritasumut.com - Apes dialami Jeremi Tarigan (50) warga Jalan Pancur Siwah, Kelurahan Simpang Selayang, Medan. Mobil Toyota Vios BK 1411 JR milik dokter gigi ini, ditembak orang tak dikenal (OTK) di Jalan Setia Budi, Kelurahan Simpang Selayang, Medan, Rabu (30/12/2015) malam.

Beruntung korban selamat dalam kejadian ini. Namun, kaca belakang sebelah kanan mobilnya pecah, diterjang peluru yang diduga berasal dari senjata jenis airsoft gun.

Jeremi mengatakan, kejadiannya berlangsung sangat cepat. Saat itu ia baru saja pulang dari tempatnya praktik di Jalan Setia Budi, yang berada sekira 2 kilometer dari lokasi penembakan.

"Saya memacu mobil cukup kencang. Tiba-tiba ada satu unit sepeda motor yang dikendarai dua orang mendekat ke bagian mobil sebelah kanan. Tiba-tiba saya dengar seperti suara seperti letusan senjata. Saya langsung menunduk, dan setelah beberapa saat, saya melihat kedua orang itu melarikan diri. Situasi waktu itu cukup sepi," ujar Jeremi, Kamis (31/12/2015) dini hari.

Jeremi mengaku tidak mengetahui motif di balik penembakan itu. Ia mengaku saat ini tidak sedang memiliki musuh, atau bermasalah dengan orang lain.

"Enggak ngerti juga kenapa. Kalau dibilang perampok, mereka enggak menghentikan saya. Pelakunya tidak pakai helm, jadi saya pikir kalau ada orang yang saya kenal yang ingin mencelakai saya, agak konyol, kok mereka enggak pakai helm," tukasnya.

Kanitreskrim Polsek Delitua Iptu Jonathan Hutagalung mengatakan, belum dapat menyimpulkan motif di balik penyerangan tersebut.

Dirinya juga belum dapat memastikan apakah penyerangan tersebut dilakukan dengan menggunakan senjata atau benda-benda lainnya.

"Kita masih menunggu hasil kesimpulan Tim Inafis. Mereka masih melakukan olah TKP. Tapi hemat saya, tidak mungkin penembakan itu menggunakan senjata api, karena kalau pakai senjata api, pasti tembus ke dalam mobil. Ini kan tidak," pungkasnya. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait