Imigrasi Medan Tangkap 14 WNA

Redaksi - Jumat, 11 Desember 2015 14:42 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir122015/beritasumut_Imigrasi-Medan-Tangkap-14-WNA.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Ilustrasi.

Beritasumut.com - Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Medan menangkap 14 orang warga negara asing (WNA) yang menyalahi izin tinggal di Indonesia. Dari 14 WNA tersebut, 13 orang berasal dari Malaysia, seorang berasal dari Filipina.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan Lilik Bambang mengatakan, penangkapan 14 WNA tersebut berawal dari tertangkapnya salah seorang diantara mereka karena menyalahi izin tinggal. 

"Dalam pengembangannya kita berhasil mengamankan 13 lainnya," kata Lilik di kantornya Jalan Gatot Subroto, Medan, Jumat (11/12/2015).

Dari penangkapan tersebut petugas juga membongkar adanya usaha yang dilakukan oleh para WNA tersebut selama berada di Indonesia. Mereka menjual kartu yang mereka sebut dengan Kartu Sakti yang memiliki berbagai manfaat. Total petugas menyita 31 lembar kartu sakti tersebut.

"Katanya kalau kartu itu ditempel di badan maka akan sehat, begitu juga kalau ditempel di mobil bisa jadi hemat dan kalau ditempel pada meteran listrik juga begitu," ungkapnya.

Atas hal ini, pihak Imigrasi akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengecek kartu sakti itu. Kini, para WNA tersebut masih dalam pemeriksaan pihak imigrasi.

Akibat perbuatannya, mereka akan dikenakan Pasal 122 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasianan. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Bareskrim Gerebek Tempat Penampungan Wanita WNA di Medan

Berita

Polresta Medan Masih Periksa WNA Terkait Dugaan Dollar Palsu