Beritasumut.com - Puluhan mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah melakukan aksi demo, di Mapolda Sumatera Utara (Sumut), Jalan Sisingamangaraja XII Km 10,5, Medan, Senin (19/10/2015). Mahasiswa demo karena kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan tidak ditanggapi pihak kepolisian.
Suparman Munthe, selaku koordinator lapangan dari Pimpinan Komisariat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Sekawasan UMN dengan menggunakan pengeras suara mengatakan bahwa kampus UMN Al Washliyah diwarnai dengan aksi premanisme.
Selain itu, dikarenakan adanya hubungan kerabat dengan Rektor membuat salah satu mahasiswa yang diketahui berisial W bertindak arogan dengan menganiaya mahasiswa lainnya, yakni Zul Afwan Batubara.
Namun ironisnya, peristiwa penganiayaan ini sengaja didiamkan oleh pihak rektorat, begitu juga kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Patumbak tapi sampai saat ini belum ditanggapi.
Untuk itu, para mahasiswa mendesak pihak kepolisian agar segera menangkap pelaku penganiayaan tersebut dan jangan terkesan melindungi pelaku walaupun merupakan kerabat Rektor UMN Al Washliyah.
Kecuali itu, mahasiswa juga mendesak BPH UMN Al Washliyah agar segera memanggil Rektor UMN Al Washliyah, karena diduga melakukan pembiaran
yang sudah sering diingatkan sehingga terjadi aksi pemukulan dilakukan oleh mahasiswa UMN.
Kemudian mendesak Rektor UMN segera memecat W dari UMN Al Washliyah karena meresahkan mahasiswa UMN.
Aksi unjuk rasa tersebut diterima salah satu petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut yang mengatakan, bahwa aspirasi mahasiswa akan langsung disampaikan ke Kapolda Sumut untuk ditindaklanjuti.
Mendengar pernyataan petugas kepolisian tersebut, para mahasiswa langsung membubarkan diri dengan tertib. (BS-036)