12.149 Personel TNI/Polri Dikerahkan Amankan Pilkada Serentak di Sumut

Redaksi - Rabu, 26 Agustus 2015 19:52 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir082015/beritasumut_12-149-Personel-TNI-Polri-Dikerahkan-Amankan-Pilkada-Serentak-di-Sumut.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Wakapolda Sumut Brigjen Pol Ilham Salahudin menyematkan pita tanda peserta kepada Pasukan Operasi Mantap Praja Toba 2015 di Lapangan Merdeka, Medan.

Beritasumut.com - Polda Sumatera Utara (Sumut) menyatakan siap dan akan total untuk mengamankan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Sumut. Sebanyak 12.149 personel TNI/Polri akan dilibatkan dalam proses pengaman pilkada yang baru pertama kali diselenggarakan secara serentak ini.

"Apel gelar pasukan ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui kesiapan pengamanan pilkada nanti. Polda Sumut akan all out untuk melaksanakan pengamanan pilkada. Untuk itu, semua unsur diharapkan berkomitmen untuk menjaga kondusifitas dan mencegah gangguan kamtimbas selama pilkada belangsung," jelas Kapolda Sumut Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo dalam amanatnya yang dibacakan Wakapolda Brigjen Pol Ilham Salahudin pada Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Toba 2015, di Lapangan Merdeka, Medan, Rabu (26/8/2015).

Selain mengedepankan pengamanan, Wakapolda juga mengingatkan pada semua personel agar menjaga netralitas dalam pelaksanaan pilkada kali ini. Unsur TNI/Polri tidak akan memihak pada salah satu pasangan calon (Paslon) Bupati/Wali Kota.

"Kami akan bekerja secara profesional untuk mengawal proses pilkada ini. Begitu juga soal netralitas tetap akan diutamakan," katanya.      

Meski semua wilayah dianggap memiliki potensi konflik, namun pihaknya optimis pelaksanaan pilkada serentak ini berjalan lancar. Kendati demikian, Wakapolda berharap masyarakat dan massa pendukung salah satu paslon sebisa mungkin menghindari gangguan kamtibmas yang bisa saja terjadi.

"Setiap pelaksanaan pilkada selalu melibatkan pendukung atau massa sehingga rawan terjadi aksi unjuk rasa damai dan gangguan kamtibmas lainnya," ujarnya.  

Wakapolda menginstruksikan pada semua personel yang terlibat dalam proses pengamanan pilkada serentak supaya tetap meningkatkan iman, dan takwa dalam menjalankan tugas. Meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi segala bentuk gangguan kamtibmas yang bisa terjadi kapa saja.

Tetap menjaga dan memelihara netralitas TNI/Polri. Melakukan pengecekan kesiapan pasukan dengan baik. Meningkatkan koordinasi dan kerja sama antarpetugas keamanan dan pemangku kebijakan lainnya. Serta mengutamakan kesehatan dan keselamatan saat bertugas.

Kabidhumas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf menambahkan, ada tiga satuan wilayah (Satwil) yang diprediksi rawan konflik dalam ajang pilkada kali ini, masing-masing Polresta Medan, Polres Nias dan Polres Labuhan Batu. Sedangkan untuk 7 Satwil yang wilayah hukumnya tidak ikut melaksanakan proses pilkada akan disiapkan sebagai pasukan cadangan pengamanan.

"Tujuh Satwil yang tidak mengikuti pilkada tetap standby. Jika mereka dibutuhkan untuk pengamanan akan digeser ke Satwil yang membutuhkan," pungkasnya. (BS-036)


Tag:
TNI

Berita Terkait

Berita

Batalyon Parako 463 Pasgat Terima Tanda Kehormatan Samkaryanugraha

Berita

Prabowo Perkuat Pertahanan Negara dengan Resmikan 204 Satuan Baru TNI

Berita

Oknum TNI di Medan Diduga Bawa Kabur Motor Rekan Kerja

Berita

Realisasikan Arahan Wali Kota, Kadin Medan Ajak UMKM Binaan Terjun Langsung di Bazar HUT ke-81 TNI

Berita

Polrestabes Medan Gulung Sindikat Curanmor Libatkan Pecatan TNI, Dua Pelaku Ditembak

Berita

Nekat Nyolong Mesin Pompa Air Milik Anggota TNI, Maling ini "Gol" di Polsek Medan Area