Orang Tua Korban Salah Tembak Tuntut Keadilan

Redaksi - Senin, 20 Juli 2015 14:24 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072015/beritasumut_Orang-Tua-Korban-Salah-Tembak-Tuntut-Keadilan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
A Chan
Rosmadiman Boru Purba.

Beritasumut.com - Orang tua Aprili Andreas (15) bernama Rosmadiman Boru Purba (42) mengatakan, aksi koboi yang dilakukan petugas polisi saat melakukan penggerebekan di Jalan Kapten Sumarsono/Jalan Karya VII, Kecamatan Medan Helvetia, Medan, Senin (20/7/2015) berlangsung singkat.

Ia mengaku, petugas berpakaian preman muncul secara tiba-tiba dan langsung menembak adiknya Junaidi yang saat itu tengah keluar dari rumah usai mengobrol dengan dirinya.

"Adikku Junaidi itu baru datang dari Dumai ke Medan untuk membawa berobat anaknya yang sakit. Tadi pagi datangnya. Dia datang ke rumah mau tanya bagaimana cara buat kartu BPJS. Empat polisi berpakaian preman tanpa banyak tanya langsung menembak adikku saat di depan pintu. Anakku April Andreas (15) juga terkena serpihan," katanya. [Baca: 2 Warga Diduga Korban Salah Tembak Polisi di Medan].

Setelah itu, petugas polisi berpakaian preman lalu mengamankan anaknya Agus (17) dan keponakannya Hermanto yang diduga terlibat kasus kejahatan. 

"Disitu aku sempat melawan, karena asal main tangkap aja. Kubilang harus tanggung jawab kalian. Salah satu oknum polisi bermarga Rajagukguk juga menokok kepalaku dengan pistol sampai benjol," jelasnya. 

Ia mengaku, anaknya Agus memang pernah terlibat kasus kejahatan pada Tahun 2013 lalu dan keluar penjara pada Tahun 2014.

"Sejak keluar dari penjara anakku itu kerja sebagai satpam di Martubung. Keponakanku Hermanto kerja menanam pinus di Dolok Sanggul dan baru datang juga," jelasnya.

Untuk itu, ia meminta Kapolda Sumatera Utara (Sumut) mengusut anggotanya yang melakukan aksi koboi itu.

"Saya akan laporkan kejadian ini ke Propam Polda. Saya tanda petugas kepolisian berpakaian preman yang melakukan aksi koboi itu," katanya.

Ia mengatakan, dirinya tidak takut dengan kepolisian, melainkan takut dengan wartawan. 

"Saya tidak takut polisi. Yang saya takut hanya wartawan, karena mereka dapat menaikkan berita dengan cepat," pungkasnya. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Wakapolda Sumut Jenguk Diduga Korban Salah Tembak

Berita

2 Warga Diduga Korban Salah Tembak Polisi di Medan

Berita

Maksud Menembak Aspal, Yang Kena Kaki Hasan