Kepala Satpam Hotel Dipolisikan

Redaksi - Minggu, 24 Mei 2015 21:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052015/beritasumut_Kepala-Satpam-Hotel-Dipolisikan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Ilustrasi.

Beritasumut.com - WSL (36) warga Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) dan Ag (42) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Medan.

Kedatangan keduanya guna melaporkan Ad, kepala satpam dan Af yang mengaku sebagai manajer salah satu hotel di Medan, karena menyekap keduanya. 

Keduanya disekap karena merusak tutup WC saat buang air kecil di hotel tersebut, Kamis (21/5/2015) malam lalu.

Informasi dihimpun, Ahad (24/5/2015) sesuai laporan Nomor: STTLP/1290/V/2015/SPKT Resta Medan, kejadian berawal saat keduanya sedang berada di hotel itu saat acara salah satu partai  berlangsung. 

Selanjutnya, korban Ag pergi ke kamar mandi hotel karena ingin membuang air kecil. Diduga tanpa sengaja, ia mematahkan tutup WC hotel.

Kepala satpam dan manajer hotel yang mengetahui lalu menangkap keduanya dan disuruh membayar Rp500 ribu untuk menggantinya.

"Karena gak ada uang menggantinya, kami disekap di salah satu ruangan kosong selama empat jam. Surat berharga saya direbut paksa sama mereka, katanya sebagai jaminan," ujar WSL.

WSL mengaku heran karena dirinya juga turut disekap, padahal ia tidak ada hubungan dengan Ag yang merusak tutup WC.

"Saya gak ada hubungannya sama Ag. Saya dan kakak ini kebetulan ketemu di situ," pungkasnya.

Kasatreskrim Polresta Medan Kompol Aldi Subartono saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan korban. "Kasus ini  masih kita lidik," pungkasnya. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait