Beritasumut.com – Polda Sumatera Utara (Sumut) menyerahkan berkas dan tersangka Bupati Toba Samosir (Tobasa) Pandapotan Kasmin Simanjuntak ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Selasa (17/2/2015). Kasmin merupakan tersangka korupsi pengadaan lahan base camp dan acses road PLTA Asahan III, Kecamatan Meranti, Kabupaten Tobasa.Kasmin tiba di Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution, Medan sekitar pukul 10:10 WIB. Dia datang didampingi penasihat hukumnya, M Raja Simanjuntak. Kasmin yang ditanyai wartawan saat tiba di Kejati Sumut, mengatakan dirinya sedang dalam keadaan sehat. Dia pun mengaku menyerahkan persoalan kasus yang menimpahnya kepada Tuhan. "Saya serahkan sama Tuhan," jawabnya singkat.Sementara, M Raja Simanjuntak penasihat hukum Kasmin Simanjuntak mengatakan kliennya saat itu memang mengalami sakit jantung dan dirawat di RS Mitra, Kelapa Gading. "Sudang dipasang ring di jantungnya dan perawatannya normatif," jelasnya.Dia menambahkan untuk menahan kepala daerah tidak sama dengan menahan tersangka lain. Sebab memerlukan izin presiden yang diajukan terlebih dahulu ke Mendagri melalui Sekretaris Negara.Raja pun mengaku kliennya bukan ditangkap."Ini bukan ditangkap, karena kami tidak ada menerima surat penangkapan, penjemputan paksa juga tidak ada," terangnya.Dalam kasus ini, Polda Sumut menyebut Kasmin Simanjuntak melakukan korupsi dan Tindak Pidana pencucian uang (TPPU). Bahkan tidak tertutup kemungkinan akan melakukan penahanan terhadap Kasmin Simanjuntak pada tahap II itu.Kasmin Simanjuntak dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 sub Pasal 3 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang No 20 Tahun 2001 jo Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang No 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUPidana.Untuk diketahui, Kasmin Simanjuntak dalam kasus ini mengakui ada aliran sebesar Rp3,83 miliar masuk ke rekening pribadinya. Sehingga ada prosedur yang salah dalam pembayaran ganti rugi tanah dalam mega proyek milik PT PLN itu. Akibatnya, negara rugi Rp4,4 miliar dari anggaran Rp17,5 miliar. (BS-001)