Ompung Satria Bunuh Erno Sitorus di Kampung Kristen Tanjung Beringin

Redaksi - Rabu, 28 Januari 2015 23:08 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/fotonews/dir012015/beritasumut_Ompung-Satria-Bunuh-Erno-Sitorus-di-Kampung-Kristen-Tanjung-Beringin.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Tersangka Ompung Satria. (Ist)
Beritasumut.com – Bitner Marojahan Marbun alias Ompung Satria (50) warga Kampung Kristen, Dusun III, Desa Pematang Terang, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut) menghabisi nyawa Erno Sitorus alias Erno (49) tak lain tetangganya sendiri, Selasa (27/1/2015) sekira pukul 20.40 WIB.Ihwal cerita tewasnya Erno dipicu masalah tanah warisan. Delapan tahun lalu, Marbun orang tua Ompung Satria membeli sawah dengan luas 3 rante dari Sitorus orang tua Erno dengan harga Rp7,5 juta. Setelah sawah itu jadi milik Ompung Satria, ia menjualnya kepada K Saragih dengan harga yang sama.Korban Erno yang mengetahui tanah yang dijual Ompung Satria lebih dari 3 rante hingga tanah almarhum bapaknya berkurang, membuat Erno tidak terima dan mendatangi Ompung Satria agar segera mengembalikan sisa tanah yang kurang lebih 0,5 rante itu. Hampir setiap hari Erno mengancam Ompung Satria  dengan ancaman akan melaporkannya ke polisi bahkan akan membunuh Ompung Satria jika tidak mengambalikan sisa tanah.Puncaknya pada Januari 2015, Ompung Satria yang kesehariannya sebagai penarik becak motor (parbetor) ini mengabarkan ke istrinya Nurhayati Br Sitanggang bahwa dirinya akan dibunuh dan akan dilaporkan ke polisi oleh Erno.Mendengar ucapan suaminya, Nurhayati pun struk hingga dan harus dilarikan ke RS. Namun dalam perjalanan ke RS Sultan Sulaiman, Sergai, Nurhayati meninggal hingga membuat Ompung Satria menyesal memberitahu istrinya dan menganggap kematian istrinya akibat ulah Erno.Hari terus berlalu membuat ayah 5 anak dan 3 cucu ini terus dihantui sang istri setiap malam. Bahkan  setiap Ompung Satria mendatangi makam istrinya yang tidak jauh dari rumahnya, parbetor ini selalu menangis."Setiap hari aku teringat istriku perasaanku istriku masih hidup, terbayang-bayang wajahnya, setiap hari aku menangis istriku mati karena ancaman si Erno," ucapnya saat diperiksa Penyidik Polres Sergai, Rabu (28/1/2015).Dilanjutkannya, malam itu Opung Satria yang baru saja pulang dari ladang seperti biasa minum tuak di warung Marumba S. Saat minum tuak Ompung Satria melihat Erno juga sedang minum. Erno yang juga sering mencaci Ompung Satria, sempat menatap wajah Ompung Satria. Merasa sudah tidak tahan dengan sikap Erno ditambah lagi terus teringat kematian istrinya membuat Opung Satria yang baru saja minum satu gelas tuak itu, balik kanan dan pulang dengan membawa betornya. Sesampainya di rumah, Ompung Satria bukannya mandi tapi malah mengambil pisau besi yang disimpannya di kamarnya dan kembali lagi ke warung tuak.Inilah puncaknya. Ompung Satria langsung menghampiri Erno dari belakang dan pisau ditancapkan tepat di rusuk kanan Erno hingga menembus perut.Usai menikam Erno, parbetor ini hanya bisa terdiam  dan melihat Erno yang sudah berlumuran darah hingga peminum tuak lainnya langsung melakukan pertolongan. Bahkan sebagian warga sempat memukuli Ompung Satria hingga kepalanya koyak. Oleh warga, Ompung Satria kemudian diserahkan ke Polsek Tanjung Beringin dan selanjutnya diserahkan ke Polres Sergai.Sedangkan Erno tewas saat dalam perjalanan ke RS Sultan Sulaiman, Sergai.Saat ditanya apakah Ompung Satria merasa puas  dengan kematian Erno, Ompung Satria mengatakan dirinya biasa-biasa saja. "Aku biasa-biasa saja bahkan sampai saat ini aku teringat wajah istriku. Biasa aja aku, puas tidak, apa pun tidak. Biasa aja aku," ucapnya.Disinggung jeratan hukum pembunuhan akan menjeratnya, Ompung Satria yang dikenal warga tidak pernah berbuat jahat ini mengatakan sudah siap."Itu biarlah hukum yang menentukannya. Apa yang ada itu yang aku katakan," tambahnya.Di lokasi kejadian tampak warga masih memadati rumah korban. Korban diketahui sebagai pengusaha pupuk di Kampung Kristen. Di rumah duka tampak istri korban Ponirin Br Simanjuntak (40) beserta  4 anaknya masih melakukan acara adat Batak di depan mayat Erno. Kapolres Sergai AKBP B Anies Purnawan melalui Kasatreskrim AKP Hady S mengatakan pihaknya telah mengankan tersangka dan barang bukti pisau besi yang digunakan tersangka untuk membunuh korbannya."Tersangka dikenakan Pasal 340 sub 338 subs Pasal 351 ayat 2 KUH Pidana," ucap Hady. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Hadang Penggusuran, Ratusan Warga Munte Kabupaten Karo Padati Jalan

Berita

Harga Ikan Gembung di Tanjung Beringin Melambung

Berita

Warga Ngemis Cari Uang Semen Perbaiki Jalan Tanjung Beringin