Beritasumut.com – Bripka S Sembiring (37) petugas Satlantas Polres Sergai menjadi korban pengeroyokan sopir Bus Putra Pelangi BL 7504 AA, Antonius Naibaho (48) warga Dusun V Sri Gunting Blok P 53, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang dan dua kernetnya, Abardi Hasintongan Manalu (52) warga Jalan Kenari No 63, Percut Sei Tuan, Deli Serdang dan Marhaban (31) warga Kandang, Aceh saat bertugas mengatur lalu luntas di Jalinsum, Pangkalan Budiman, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Sergai, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (10/1/2015) sekira pukul 08.30 WIB.Keterangan yang dihimpun, pagi itu Bripka S Sembiring bersama rekannya Brigadir T Ginting bertugas mengatur lalu lintas yang macet di Sei Bamban. Kondisi antrean yang panjang membuat Bus Putra Pelangi dari arah Tebing Tinggi menuju Medan ini tidak sabar mengantre dan mengambil jalur ke kanan hingga antrean menjadi berlapis.T Ginting yang melihat hal tersebut langsung mendatangi Bus Putra Pelangi yang sempat berhenti. Saat Ginting mendekati bus sang sopir langsung melontarkan kata kotor ke Ginting dan terus melajukan busnya. Tidak terima dengan kata kotor tersebut, Ginting pun menghubungi Sembiring melalui HT untuk mengejar bus tersebut. Sembiring pun mengejar bus dengan sepeda motor dan berhasil menyetop bus di Sei Rampah.Saat Sembiring menanyakan surat-surat Naibaho langsung turun dari bus dan mengatakan surat-surat tidak ada sambil mendorong dada Sembiring. Tidak terima diperlakukan demikian, Sembiring langsung melakukan perlawanan. Melihat Sembiring melakukan perlawanan kedua kernet pun turun dari bus dan langsung melakukan pengeroyokan terhadap Sembiring.Beruntung Ginting segera tiba dan membantu rekannya yang dikeroyok hingga baju Ginting ikut robek. Selang beberapa waktu petugas Satlantas lain datang dan berhasil mengamankan sopir bus serta kedua kernetnya yang kemudian digirng ke Mapolres Sergai beserta bus. Sedangkan penumpang bus dipindahkan ke bus lain.Sementara itu sang sopir tidak mengakui perbuatannya. Menurut Naibaho, ia sengaja mengambil jalan ke kanan karena sepi dan tidak ada mengeluarkan kata kotor."Gak ada aku maki dia memang aku mengambil jalan ke kanan dan kami hanya bertengkar mulut saja, tidak ada yang lain," aku bapak dua anak ini.Sementara itu kedua kernet bus enggan berkomentar banyak."Kami lihat sopir kami berantam kami membantu memisahkan, gak ada kami memukul polisi itu," aku keduanya.Kasubbaghumas Polres Sergai AKP Jasmoro mengatakan kasut tersebut ditangani Satreskrim Polres Sergai."Petugas Polantas sudah mebuat laporan resmi dan kini sopir serta kedua kernetnya dan bus sudah diamankan guna proses lebih lanjut," ucap Jasmoro. (BS-001)