Beritasumut.com – Wabah Narkotika dan Obat Terlarang (Narkoba) tampaknya semakin mendunia di kalangan aparatur pemerintahan daerah, khususnya pegawai dari kalangan keluarga pejabat.Seperti halnya, Rian Simamora yang disebut anak dari Sekretaris Daerah Kota Padang Sidimpuan Zulfeddi Simamora adalah salah seorang pegawai di Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang ketangkul petugas dari Polres Tapanuli Selatan ketika menggunakan narkoba jenis sabu di dalam mobil Toyota Ayla BB 1318 JA di Desa Gunungtua Tonga, Kabupaten Paluta, Kamis (8/1/2015) sekitar pukul 11.45 WIB. "Pelaku (RS) berdomisili di Paluta dan bekerja sebagai pegawai, saat ini dalam penahanan dan sedang menjalani pemeriksaan," ujar Kasatresnarkoba Polres Tapanuli Selatan AKP Muliadi ketika dikonfirmasi, Jumat (9/1/2015). Menjawab wartawan, Muliadi mengatakan tempat kejadian perkara berada di Desa Gunungtua Tonga, Paluta dan dari pelaku disita berupa 1 unit mobil BB 1318 JA, 2 plastik Sabu yang sudah kosong, 1 buah bong (alat isap sabu) dan 2 buah mancis. "Kita tidak tahu itu anak siapa, mau anak sekda atau anak siapapun itu sama kedudukannya di mata hukum, karena itu kita menjalankan proses yang sesuai dengan ketentuan hokum," ujar Muliadi seraya menampik adanya isu yang menyebut pelaku bakal dilepas berhubung pengisap sabu itu adalah anak pejabat yang memiliki kedudukan tinggi di Pemerintah Kota Padang Sidimpuan. Di sisi lain, peristiwa tertangkapnya Rian Simamora pegawai Pemkab Paluta yang disebut anak Sekda Sidimpuan itu membuat sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Padang Sidimpuan kasak-kusuk dan disebut telah "membungkamkan" sejumlah wartawan di Kota Padang Sidimpuan dengan menggelontorkan rupiah disebut-sebut mencapai puluhan juta bermaksud agar peristiwa anak sekda pengisap sabu itu tidak terungkap kepermukaan dalam pemberitaan. Sementara, konfirmasi kepada Sekda Padang Sidimpuan Zulfeddi Simamora tidak membuahkan hasil. Walau hingga berulangkali akan dijumpai di ruang kerjanya namun tidak berada di tempat. "Bapak Sekda belum ada masuk sampai sekarang," ujar salah seorang Staf Protokoler Kantor Wali Kota Padang Sidimpuan. (BS-029)