Beritasumut.com – Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Medan Hendrik Halomoan Sitompul mengharapkan aparat penegak hukum benar-benar mendalami kasus penganiayaan pembantu rumah tangga (PRT) yang menyebabkan kematian di kediaman Syamsul Anwar di Jalan Beo, Medan dan membukanya dihadapan publik sebab kasus ini sudah menasional."Kami minta aparat penegak hukum menjalankan tugasnya secara profesional tanpa intervensi dari pihak manapun berjalan sesuai relnya. Jangan kecewakan masyarakat dalam putusan pengadilan serta tidak menggantung kasus ini," ujar Hendrik Sitompul di Medan, Selasa (6/1/2015) sore.Dikatakannya aparat penegak hukum harus benar-benar menggali kasus ini sedalam-dalamnya seperti dalamnya lubang galian pihak kepolisian dalam mencari kuburan massal di rumah tersangka."Komisi A mendorong aparat penegak hukum berlaku profesional. Kami akan mengawasi persidangan kasus ini dan meminta berbagai pihak tidak mengintervensi kasus pelanggaran HAM luar biasa ini," pungkas alumni PPRA 52 Lemhanas RI ini. (BS-001)