Medan, (beritasumut.com) – Mantan Disc Jockey (DJ) Diskotek Retro Capital Building, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Siu Fang alias Elis (35) warga Jalan Kepribadian, Medan, divonis tujuh tahun penjara denda Rp1 miliar subsidair 1 bulan kurungan badan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan diketuai Waspin Simbolon dalam persidangan di Ruang Cakra V PN Medan, Rabu (17/12/2014).Putusan ini sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rizky dan Cardiana yang menuntut Siu Fang dihukum tujuh tahun penjara dan membayar denda Rp1 milliar subsidair 3 bulan kurungan badan.Majelis hakim dalam putusannya menyebutkan terdakwa terbukti memiliki dan menyimpan narkotika jenis sabu seberat 114 gram sabu saat ditangkap petugas Satresnarkoba Polresta Medan yang sedang melakukan penyamaran.Untuk kasus ini terdakwa dikenakan Pasal 114 Ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, ucap Waspin.Pertimbangan lainnya dalam putusan ini, sesuai fakta persidangan dan keterangan saksi yang dihadirkan JPU, saksi David menerangkan penangkapan terjadi di pelataran parkir salah satu hotel di Jalan Timor Medan pada 23 Mei 2014. Saat itu, petugas kepolisian yang menyaru sebagai pembeli menghubungi salah satu bandar narkotika bernama Ijen."Saya menyaru sebagai pembeli dan menghubungi Ijen. Kami bertemu di parkir," tambah David.Setelah bertemu, di dalam mobil, Ijen yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) menghubungi Siu Fang dan menyuruhnya membawa barang haram itu.Nah, ketika barang bukti itu diperlihatkan Siu Fang, polisi langsung menyergapnya. Sayangnya, polisi tidak berhasil menangkap Ijen yang sudah melarikan diri. Meski Siu Fang sempat berteriak rampok, polisi berhasil mengatasinya dan membawa wanita itu ke Mapolresta Medan.Usai membacakan putusan, maka selanjutnya Ketua Majelis Hakim Waspin Simbolon memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk pikir-pikir menerima atau banding atas putusan yang telah dibacakan selama sepekan.Mendengar itu terdakwa, hanya bisa tertunduk dan menangis sembari mengatakan pikir-pikir. Majelis hakim kemudian mengetuk palu tanda sidang ditutup. (BS-021)