Medan, (beritasumut.com) – Penyiksaan yang dilakukan pasangan suami istri Syamsul Anwar dan Radika serta lima tersangka lainnya terhadap pembantu rumah tangga (PRT) di kediaman Syamsul, Jalan Beo simpang Jalan Angsa, Medan dinilai mengarah kepada gangguan antisocial personality disorder (gangguan kepribadian antisosial) atau yang dikenal sebagai psikopat.Psikopat ditujukan pada orang-orang yang tidak pernah punya rasa penyesalan dan menghalalkan segala cara demi mencapai suatu tujuan."Mereka sudah mengarah ke psikopat. Seharusnya sang majikan melindungi dan memelihara orang-orang yang menjadi tanggung jawab di rumahnya. Banyak majikan yang masih beranggapan dan memperlakukan para pembantunya bak budak, sehingga mereka bertindak semaunya tanpa mengenal aturan," kata Psikolog Universitas Sumatera Utara Irna Minauli di Medan, Kamis (11/12/2014).Dijelaskannya, seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya, namun tidak peduli dan merasa bersalah atas apa yang dilakukannya. "Ciri-cirinya tadi tidak pernah merasa salah atau menyesal. Tidak peduli apakah yang dilakukannya itu merugikan orang lain atau membuat orang lain menderita," ujarnya.Menurutnya, bentuk-bentuk kekerasan terhadap para PRT bukan cuma berupa kekerasan fisik, namun juga yang dapat dilakukan secara kekerasan verbal dengan menghina dan merendahkan. Selanjutnya, kekerasan finansial yaitu dengan menahan atau tidak memberikan gaji yang layak."Kekerasan sosial dengan melarang para pembantunya untuk berinteraksi dengan keluarga atau teman-temannya serta terkadang kekerasan seksual," ucapnya.Ia mengaku, orang seperti itu biasanya yang mempunyai masalah dengan orang lain di sekitarnya. Sehingga, mereka dipenuhi rasa kebencian dan permusuhan serta kecurigaan terhadap pembantunya."Mereka senantiasa menginginkan kesempurnaan dari pekerjaan pembantunya. Padahal terkadang mereka juga bisa melakukan kesalahan karena ketidakpahamannya," terangnya.Akibat tindakannya tersebut, pembantu terkadang bersikap apatis dan tidak berani menentangnya. Mereka sudah mengalami ketidakberdayaan sehingga merasa tidak berdaya dan sulit untuk keluar dari situasi tersebut yang membuat mereka menjadi lebih rentan menjadi bulan-bulanan majikan yang kejam.Dia menjelaskan, sifat-sifat semua manusia dipengaruhi kombinasi faktor genetik, biologik dan lingungan atau psikososial. Jadi rasa kasihan seseorang terhadap orang lain juga dipengaruhi kombinasi faktor-faktor tersebut."Sifat seseorang terbentuk bawaan dari lahir dan dipengaruhi lingkungan. Pola asuh yang salah dan pengalaman kekerasan saat kecil juga berkaitan dengan pembentukan perilaku di masa dewasa," pungkasnya. (BS-031)