Audit Kerugian Negara Keluar, Mantan Sekretaris DPRD Sumut Ridwan Bustan Ditahan

Redaksi - Rabu, 10 Desember 2014 13:20 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/fotonews/dir122014/beritasumut_Audit-Kerugian-Negara-Keluar--Mantan-Sekretaris-DPRD-Sumut-Ridwan-Bustan-Ditahan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. (Google)

Medan, (beritasumut.com) – Penyidikan kasus dugaan korupsi dana pengembalian Tunjangan Komunikasi Intensif (TKI) dan Operasional Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada masa bakti tahun 2004-2009 sebesar Rp4 miliar yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) hampir rampung.

Kini, penyidikan tinggal menunggu hasil penghitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut.

"Sudah hampir selesai, tinggal menunggu penghitungan kerugian negara dari tim audit BPKP," sebut Kepala Kejati Sumut M Yusni di Medan, Selasa (9/12/2014) siang.

Disinggung soal penahanan terhadap tersangka Ridwan Bustan, Yusni memastikan begitu audit kerugian negara keluar, akan dilakukan penahanan terhadap mantan Sekretaris DPRD Sumut itu.

"Ya, tapi kita lihat kondisi kesehatannya. Kita akan melihat rekam medisnya termasuk menurunkan tim medis dari kita. Bila memungkinkan akan dilakukan (penahanan)," ucapnya dengan tegas.

Saat ini, penyidik Pidsus Kejati Sumut tengah mengebut berkas perkara Ridwan Bustan untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Medan dalam waktu dekat.

"Semua sedang proses, sabar pastinya tetap lanjut kasus korupsi ini. Tinggal selangkah lagi ini," tandasnya.

Untuk diketahui, dalam kasus ini penyidik telah memanggil dan memeriksa mantan Gubernur Sumut, Syamsul Arifin, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut Nurdin Lubis, Sekretaris DPRD Sumut Randiman Tarigan, Kepala Bagian Keuangan DPRD Sumut Nirmaraya Siregar, Bendahara Pengeluaran DPRD Sumut Muhammad Ali Nafiah, Kabag Kas Daerah Yusuf Rangkuti, Kabag Akuntansi Zulkifli, Auditor Inspektorat Ilviva dan Mantan Kepala Inspektorat Djaili Azwar.

Ridwan Bustan sendiri ditetapkan Kejati Sumut sebagai tersangka sejak 31 Januari 2013 lalu. Perkara ini berawal dari Sekretaris DPRD Sumut dan Anggota DPRD Sumut Periode 2004-2009 yang belum mengembalikan dana TKI dan Operasional sekira Rp4 miliar.

Namun, kasus tersebut masih tertahan di Kejati Sumut belum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Medan. Bahkan, tersangka tidak ditahan dan  mangkir dalam proses pemeriksaan pihak penyidik Kejati Sumut karena sakit dan sempat menjalani operasi ginjal di sebuah rumah sakit (RS) di Penang, Malaysia.

Pada masa bakti tahun 2004-2009 itu, seluruh anggota DPRD Sumut menerima total dana TKI dan Operasional sebesar Rp7,4 miliar. Kemudian, pada tahun 2007, Departemen Dalam Negeri mengirim faksimili membatalkan PP No 21/2007 dan Permendagri No 21/2007 yang ditandatangani langsung Menteri Dalam Negeri Mardiyanto. Akan tetapi, dana TKI DPRD Sumut itu tidak dikembalikan oleh Ridwan Bustan selaku Sekretaris DPRD Sumut saat itu. (BS-021)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Segera Sampaikan Laporan Keuangan TA 2024, Pemprov Sumut Targetkan Opini WTP Ke-11

Berita

Irkoopsud II Hadiri Taklimat Awal Audit Kinerja dan Audit Ketaatan Itjen TNI Periode TA 2025 Secara Vicon

Berita

Sekda Sibolga Resmi Membuka Diseminasi Audit Kasus Stunting Tahun 2024

Berita

Entry Briefing Audit Kinerja Itjenau di Lanud Sultan Hasanuddin

Berita

Raih WTP ke-10 Berturut-turut, Pj Gubernur Ingin ini Jadi Budaya Pemprov Sumut

Berita

Pemko Binjai Gelar Rapat Evaluasi Audit Kasus Stunting