Medan, (beritasumut.com) – Unit Vice Control (Judi Sila) Satreskrim Polresta Medan menggerebek sebuah rumah di Jalan Angsa/Jalan Beo, Kelurahan Sei Kera Hilir I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Kamis (27/11/2014).
Dari lokasi, polisi mengamankan pemilik rumah bernama Syamsul dan Andika serta tiga pembantu rumah tangga bernama Anis Rahayu, Rukmiani dan Endah warga asal Jawa Tengah.
Penggerebekan ini sontak membuat warga sekitar mengerumuni rumah bercat kuning itu. Salah seorang warga, A Ling (30) mengaku kerap mendengar bahwa pembantu di rumah tersebut disiksa oleh sang majikan.
"Tiap hari istri pemilik rumah memukul dan menyiksa pembantunya. Kadang dipukul pakai sapu, sendok dan lainnya," ujarnya.
Ia mengaku resah semenjak hadirnya pemilik rumah tersebut di lingkungan mereka. "Resah kami, apalagi dengan tingkah laku mereka," ungkapnya.
Informasi yang dihimpun, penggerebekan bermula dari adanya seorang pembantu yang kerap mendapatkan perlakuan kasar dari sang majikan. Mendapat informasi itu, polisi lalu melakukan penyidikan dan melakukan penggerebekan.
Salah seorang pembantu Endah mengaku, ia bersama rekannya kerap disiksa dan dianiaya majikan. Tak hanya itu, gaji mereka juga kerap tak dibayar.
"Kerap disiksa kami jika sedikit saja salah kerja. Gaji kami juga kerap tidak dibayar," ungkapnya.
Tak hanya mereka, rekannya bernama Cici juga meninggal dunia diduga akibat disiksa sang majikan.
"Kawan kami mati dibuat ibu itu. Korban disiksa dan wajahnya dimasukkan ke bak mandi. Lantaran tak bisa bernapas, kawan kami itu meninggal dunia," ungkapnya.
Kasatreskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Istanto Bram saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan.
"Masih kita periksa dulu, sabar ya," ungkapnya. (BS-031)