Medan, (beritasumut.com) – Pihak SD Negeri Percobaan, Jalan Sei Petani, Medan, sudah menyelidiki penganiayaan yang dialami siswinya, NA (9). Ada pengakuan pelaku diajari dan melihat film porno."Pengakuan anak-anak, katanya ada yang mengajari, tapi siapa yang mengajari? Namanya bahasa anak-anak, pengakuannya berubah-ubah," ujar Kepala SD Negeri Percobaan Elly Zarahmi Simatupang di Medan, Selasa (14/10/2014).Para guru juga sudah mempertanyakan kemungkinan pengaruh film porno pada para anak yang melakukan penganiayaan itu. "Mereka mengaku dulu kawannya yang sudah pindah pernah menunjukkan adegan film porno dari HP," sambung Elly.Para siswa sudah ditanyai satu per satu terkait penganiayaan ini. Pihak sekolah menyimpulkan ada penyimpangan yang belum pantas dilakukan.Siswa yang terlibat dalam penganiayaan mengaku diajak T, yang dituding sebagai pelaku utama, ke kamar mandi pada istirahat jam pertama. Tiga siswa mengaku berjaga di luar kamar mandi. Sementara T masuk ke dalam bersama I. "Mereka (para pelaku) bilang, si anu mengambil brush WC dan menjolokkannya (menusukkannya)," imbuh Elly.Peristiwa tersebut berulang tiga hari berturut-turut, yaitu 29 dan 30 September 2014 dan 1 Oktober 2014, karena para siswa lain takut dengan T. "Mereka takut diperlakukan seperti korban (NA). Tapi ternyata mereka cerita pada teman, lalu teman cerita ke orang tua. Orang tua kemudian bertanya pada guru," sambung Elly.Akibat kejadian itu, korban sakit. Dia tidak masuk sekolah.Orang tua NA kemudian dipanggil dan dipertemukan dengan orang tua T dan I untuk didamaikan. "Tapi keluarga korban dan orang tua siswa lain minta agar pelaku diskorsing atau dipindahkan. Tapi orang tua pelaku tidak terima dan meminta bukti. Kami juga tidak bisa apa-apa karena ada UU Sisdiknas," sebut Elly.Seperti diberitakan, seorang siswi Kelas IV SD Negeri Percobaan, Jalan Sei Petani, Medan, NA, mengaku dianiaya lima teman sekelasnya. Akibat penganiayaan ini, anus korban robek. (BS-031)