Bahu Ditepuk Lalu Dikasih Air Putih, ABG 15 Tahun Disetubuhi

Redaksi - Rabu, 17 September 2014 13:25 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir092014/beritasumut_Pemerkosaan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. (Google)
Medan, (beritasumut.com) – Bunga (15) warga Helvetia mendatangi Mapolsek Hevetia, Selasa (16/9/2014).Ia didampingi keluarganya guna melaporkan aksi yang menimpanya yang dilakukan pria yang diketahui bernama Adek (34) warga Jalan  Pembangunan, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban ditelepon temannya bernama Rita untuk mengajaknya jalan-jalan. Korban dan temannya janjian di SPBU Griya, Jalan T Amir Hamzah.Sesampainya di SPBU, korban dihampiri pelaku dan membawanya langsung kekediamannya. "Adik saya diantar sama teman adik saya satu lagi. Saat di SPBU Griya, pelaku langsung menghampiri Bunga dan menepuk bahu dan memberinya air minum. Disitu, adik saya ikut saja dibawa ke rumah pelaku," jelas kakak korban.Setelah itu, korban mengaku telah disetubuhi oleh pelaku. Pelaku selanjutnya membawa korban ke kawasan  Marelan, tempat salah satu rumah kerabat pelaku. "Ketahuannya, pelakunya nelepon ke saya. Ia mengaku telah menolong adikku. Pas kami jemput di Marelan, barulah adek saya ini ngaku dia pelakunya," jelasnya.Untuk itu, ia berharap kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku yang telah menyetubuhi adiknya tersebut. "Kalau bisa cepat ditangkaplah," katanya.Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Helvetia AKP Hendrik Temaluru saat dikonfirmasi mangatakan pihaknya telah menerima laporan korban. "Laporannya sudah kita terima dan korban kita arahkan untuk visum agar dapat kita proses lebih lanjut," jelasnya. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait