Medan, (beritasumut.com) – Tim gabungan Satreskrim Polresta Medan dan Polsek Helvetia mengamankan 3 dari 6 tersangka perampokan dan penembakan terhadap wartawan Harian SIB, Roy Marisi Simorangkir (31) warga Jalan Banten, Gaperta Ujung, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan pada Sabtu (16/8/2014) dini hari.Ketiga tersangka, Tuntun Malau (26), Heri Pratama (27) dan Jhon Sembiring (27) yang merupakan warga Jalan Flamboyan Raya, Kecamatan Medan Selayang ini diamankan di tiga lokasi yang berbeda.Dari tersangka,polisi mengamankan barang bukti sepeda motor Yamaha Mio BK 3991 AEL, 1 buah helm Ninja, 1 pasang sandal, 1 potong kemeja, 2 butir peluru air soft gun, 2 senjata jenis air soft gun dan sepasang sepatu.Kapolresta Medan Kombes Nico Afinta Karokaro di Medan, Kamis (10/9/2014) mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan, ketiga tersangka merupakan pelaku perampokan terhadap wartawan harian SIB. Karena korban melakukan perlawanan, satu unit sepeda motor yang dibawa tersangka tertinggal di lokasi kejadian."Saat ini kita masih melakukan pengejaran terhadap ketiga tersangka lainnya yang masuk dalam DPO.ketiga tersangka lainnya Jhon Fredi Sitinjak, Jhon Tambunan alis Bapak Grace dan Revi Harahap.Kita meminta ketiganya untuk menyerahkan diri, jika tidak maka kita akan cari dan lakukan tindakan tegas. Tiga orang yang masih buron ini merupakan otak pelakunya," ujarnya.Dari pengakuannya, para tersangka telah 40 kali melakukan aksi perampokan di wilayah hukum polsek jajaran Polresta Medan. "Sudah 40 kali tersangka melakukan aksinya," jelasnya.Ia juga mengaku bahwa, kasus yang menimpa Roy merupakan perampokan murni tanpa melibatkan pihak leasing ataupun lainnya."Kasus ini murni perampokan. Para tersangka dari awal berniat merampas sepeda motor Kawasaki Ninja milik korban, yang kemudian dijual kepada seorang penadah seharga Rp30 juta," katanya.Sementara itu tersangka Jon Sembiring mengaku diajak oleh Jhon Tambunan alias Bapak Grace (DPO) untuk melakukan aksi perampokan. "Aku diajak oleh Bapak Grace untuk merampok. Saat beraksi, aku berperan sebagai joki, sedangkan yang kubonceng adalah Bapak Grace dan dia juga yang menembak korban,” katanya. (BS-031)