Medan, (beritasumut.com) – Pengungkapan kasus pencurian uang Rp5,3 miliar dari mobil PT Swadharma Sarana Informatika (SSI) hampir rampung. Sebanyak 12 dari 14 orang yang terlibat kasus ini sudah ditangkap.Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta Karokaro di Medan, Senin (8/9/2014) menjelaskan, dari 12 orang yang diamankan, seorang masih di bawah umur. Dia menerima hasil kejahatan. Karena masih di bawah umur, hanya 11 dari 12 tersangka yang ditahan.Para tersangka yang sudah ditahan tersebut yakni seorang oknum polisi Briptu Asullah Efendi Margolang (26), Heri Shaputra alias Hery (26), Arda Agung alias Arda (25), Zainuddin Pasaribu alias Ijai, Subhan Yurtubi Nasution alias Subhan, Mudrawaty Budhiantari (32), Dimas Arisandi alias Nanang (20), Nofriandi (32), Dedi (26), Sugito Panca Wibowo (28) dan Irfandi (30). Sementara GW Br S (17) tidak ditahan.Zainuddin merupakan pegawai PT SSI, sedangkan Arda, Hery dan Subhan merupakan mantan pegawai PT SSI. Briptu Asullah Efendi Margolang adalah personel Direktorat Sabhara Polda Sumut.Arda, Hery, Riki alias Jarkep (DPO) dan Dani alias Edo (DPO) dibantu Briptu Margolang dan Zainuddin menjadi eksekutor pencurian mobil milik PT SSI berisi uang Rp5.387.450.000 di pelataran parkir Plaza Medan Fair, Jalan Gatot Subroto, Medan, Ahad (31/8/2014). Sebelumnya, 3 petugas PT SSI dikawal seorang polisi tengah masuk ke dalam Plaza Medan Fair untuk mengisi ATM BRI.Setelah hilang, kendaraan itu kemudian ditemukan dalam keadaan kosong di Jalan Sei Asahan, Medan. Saat ditemukan, mobil warna hitam itu sudah berganti nomor polisi dari BK 1170 JT menjadi BK 1208 IK.Dalam aksi pencurian ini, Briptu Margolang bertugas memantau gerakan petugas PT SSI dan polisi yang melakukan pengawalan saat pengisian ATM BRI di Plaza Medan Fair. Bintara ini juga menyiapkan pakaian polisi dan senjata laras panjang yang digunakan eksekutor di lapangan.Selain itu, Briptu Margolang juga bertugas menemui paranormal Mudrawaty Budhiantari alias Rara (32). Atas petunjuk dari perempuan itu, personel kepolisian ini menginfakkan sebagian jatahnya dalam pencurian itu ke sebuah panti asuhan."Margolang serahkan Rp16.750.000 ke panti asuhan. Kita tidak akan kejar uang itu," kata ujarnya.Selain Briptu Margolang, para tersangka mempunyai peran masing-masing dalam pencurian ini. Arda yang merupakan otak pelaku merencanakan pencurian bersama Subhan. Mereka menduplikasi kunci mobil Luxio pembawa uang PT SSI dengan bantuan Zainuddin. Sementara Heri berpura-pura sebagai polisi.Mudrawaty menjadi paranormal yang dipercaya bisa memberi penangkal agar para pelaku tidak tertangkap. Sugito menyimpan uang hasil curian ke dalam sumur. Sementara itu, Nofriandi, Dedi, GW Br S, Dimas, Irfandi turut menerima uang hasil pencurian itu."Dari 12 tersangka, kita menyita sekitar Rp2,4 miliar. Sebanyak Rp1,9 miliar merupakan uang tunai ditambah emas yang dibelikan tersangka Mudrawaty Budhiantari setelah menerima Rp500 juta sebagai upah sebagai paranormal," jelas Nico.Hingga kini polisi masih memburu 2 pelaku lain, yaitu Riki alias Jarkep dan Dani alias Edo. Selain itu, polisi juga masih mengembangkan kasus ini dengan mencari para penerima uang hasil curian itu. (BS-001)