Medan, (beritasumut.com) – Tim gabungan Polresta Medan dan Polda Sumatera Utara (Sumut) telah berhasil mengamankan 11 pelaku perampokan uang Rp5 miliar lebih yang berada di dalam mobil Daihatsu Luxio BK 1070 JT milik PT SSI yang terparkir di Plaza Medan Fair, Medan, Ahad (31/8/2014) lalu.Informasi yang dihimpun menyebutkan, penangkapan pelaku perampokan berkat adanya koordinasi Polresta Medan dengan Ditreskrimum Polda Sumut. Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Sumut telah berhasil menangkap 8 pelaku pembobolan ATM di Kota Medan beberapa bulan lalu dan 4 orang masih dilakukan pengejaran.Berawal dari informasi itu, pihak Polresta Medan melakukan pengembangan dengan menanyakan kepada Manajer PT SSI siapa saja mantan karyawan PT SSI. Tak hanya itu, pihaknya juga mempertanyakan perihal siapa saja sopir yang sering mambawa mobil Luxio itu."Dari pemeriksaan, terungkap bahwa yang sering membawa mobil tersebut adalah Zainuddin. Saat kita periksa, ia mengaku telah menggandakan kunci. Kemudian menyuruh Zulhamdi sopir yang sering membawa uang dengan mobil Panther. Saat itu, pelaku mengaku ingin membawa mobil Panther yang sering dikendarai Zulhamdi untuk mengantar uang, jelas seorang polisi di Polresta Medan, Jumat (5/9/2014). Selanjutnya, Zainuddin bersama teman-temannya mengikuti mobil Luxio yang dibawa Zulhamdi hingga terjadinya perampokan. Usai merampok, kemudian pelaku menuju Jalan Sei Selayang dan mengganti plat mobil tersebut. Saat diinterogasi, pelaku gugup dan membenarkan dia dan temannya yang melakukan aksi perampokan itu. Malam usai kejadian, Zainuddin langsung diamankan.Tak sampai disitu, polisi lalu melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan Briptu Margolang di Rantau Prapat, Labuhan Batu. "Briptu Margolang ini terlibat dalam menikmati hasil rampokan. Kalau yang memakai kaos dan celana polisi itu adalah Aswin dan Subhan yang keduanya merupakan mantan karyawan PT SSI. Mereka memakai itu agar supaya memuluskan aksinya," jelasnya.Dari pengakuan Zainuddin, ia dan pelaku lainnya telah merencanakan aksinya tersebut sepekan sebelum kejadian. "Mereka merencanakannya di dua tempat yaitu di salah satu kafe di Jalan Halat dan di sebuah rumah di Jalan Air Bersih," katanya. (BS-031)