Medan, (beritasumut.com) – Aksi kejahatan jalanan di Kota Medan sepertinya tidak pernah ada habisnya. Instruksi Kapolresta Medan Kombes Nico Afinta Karo-karo kepada jajaran polsek untuk melakukan tembak di tembak ternyata tidak membuat jera pelaku kejahatan.Seperti yang dialami Effendi Simatupang (28) warga asal Rantau Prapat. Ia bersama calon istrinya Rini (28) warga asal Toba Samosir yang dirampok kawanan bersenjata saat melintas di Jalan Bambu II, Medan.Akibat kejadian itu, sepeda motor Vario BK 6495 AEL punya abangnya, Antoni Makmur H Simatupang yang tinggal di Jalan Jalan Perkutut, Lingkungan I, Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan raib dibawa perampok yang berjumlah empat orang. Tak hanya itu, pelipis kirinya juga terkena senjata tajam oleh pelaku. Korban menceritakan, kejadian yang dialami tersebut saat ia hendak mengantar calon istrinya yang merupakan seorang guru ke indekosnya di Jalan Krakatau sekitar pukul 04.30 WIB. Saat melintas di Jalan Bambu II, mereka dipepet empat pelaku yang menggunakan dua unit sepeda motor."Saya mau mengantar pulang calon istri saya ke indekosnya untuk mengambil baju untuk dia mengajar. Kebetulan tadi malam saya dan calon istri saya bermalam di rumah abangku karena mamakku sakit. Tadi pagi pun seharusnya saya mau pulang ke Rantau Prapat," kata Effendi yang membuka usaha loket pembayaran listrik di kampungnya di Mapolsek Medan Timur, Sabtu (14/6/2014) siang.Dijelaskannya, ia juga sempat berkelahi dengan pelaku perampokan. "Sempat duel kami, namun karena mereka berempat saya kalah. Satu orang pelaku sempat mau menikam saya dengan pisau, beruntung saya cepat mengelak dan hanya mengenai pelipis kiri saya," katanya yang akan menikah Juli ini.Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Medan Timur AKP Syarifur Rahman saat dikonfirmasi menyatakan telah menerima laporan korban. "Laporan korban sudah kita terima dan saat korban sedang kita mintai keterangan," katanya. (BS-031)