Satgas PDIP Minta Polda Sumut Tangkap Oknum Panitera Penganiaya Warga

Redaksi - Kamis, 12 Juni 2014 17:56 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir062014/beritasumut_Guntur-Turnip.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Koordinator Satgas PDIP Sumut Guntur Turnip. (Ist)
Medan, (beritasumut.com) – Satgas DPD PDIP Sumatera Utara (Sumut) meminta Polda Sumut untuk menangkap oknum Panitera PN Kisaran berinisial S terkait kasus pengeroyokan dan penganiayaan warga pekerja bangunan di perumahan Istana Prima, Jalan Katamso, Kelurahan Sungai Mati, Medan.“Salah seorang dari puluhan pelaku Mardiwal telah ditangkap, namun karena mungkin merasa kebal hukum, oknum panitera yang diduga sebagai motor dan provokator aksi pembantaian itu hingga kini masih bekeliaran bebas, padahal kasusnya sudah dilaporkan ke Polda Sumut dan berjalan lebih sebulan,” tegas Koordinator Satgas PDIP Sumut Guntur Turnip di Medan, Kamis (12/6/2014).Menurut Koordinator Pengamanan Capres Jokowi di Sumut ini, munculnya reaksi keras dari pihaknya, lantaran banyaknya laporan dari kader PDIP yang berdomisili di kawasan tersebut, yang meresa resah dan tertekan hidupnya akibat ulah oknum panitera yang dengan arogansinya menghambat perkembangan pembangunan, seperti melarang dan menentang pembangunan parit sebagai penyalur limbah masyarakat dan pengantisipasian genangan banjir setiap turun hujan yang puluhan tahun melanda sejumlah kawasan di lingkungan tersebut.“Dia protes dan marah bila biaya bantuan pihak pengembang itu dibuat parit untuk kepentingan 450 KK, sebab dia diduga ingin menguasai dana itu seutuhnya untuk keuntungan pribadinya tanpa memperdulikan kepentingan masyarakat setempat,” ujarnya.Karena bertentangan dengan mayoritas masyarakat tersebut, oknum panitera S bersama beberapa kerabat dekatnya serta belasan preman bayaran melakukan serangkaian teror seperti melempari alat berat yang sedang bekerja. Puncaknya menyerang Erwin Pasaribu dan sejumlah warga lainnya yang ketika itu sedang mengawasi pengerjaan pembangunan parit masyarakat.“Dengan ala begundal kampung, oknum dimaksud melarang pembangunan parit itu dilanjutkan, belum sempat menjawab, oknum panitera bersama puluhan orang lainnya langsung mengeroyok warga pekerja, karena Pasaribu tak dapat menyelamatkan diri, ia pun jadi bulan-bulanan pukulan hingga korban babak belur dan roboh ke tanah. Korban selanjutnya diseret ratusan meter ke rumah oknum panitera S. Khawatir korban Pasaribu tewas, oknum itu pun diduga melakukan rekayasa hukum dengan membuat laporan palsu, hingga korban akhirnya dijebloskannya ke sel Polsekta Medan Kota,” ujarnya.Karena aksi penganiayaan yang melibatkan oknum panitera tersebut, Guntur Turnip akan membawa kasus ini ke Komisi III DPR RI sekaligus turun membantu aparat kepolisian dalam mencegah kerawanan stabilitas keamanan masyarakat khususnya menjelang pelaksanaan pilpres di daerah tersebut.“Tindakan oknum itu sudah tak dapat ditolelir dan menciderai rasa kepercayaan masyakat terhadap petugas penyelenggara pengadilan. Kalauini dibiarkan akan timbul asumsi negatif masyarakat, karenanya diharapkan oknum tersebut dapat segera diamankan pihak kepolisian demi keadilan,” katanya. (BS-034)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Perusahaan Tak Miliki Badan Hukum, Angel Juga Tak Pernah Laporkan Jumlah Pekerjanya

Berita

Siksa PRT, LBH dan LPSK Laporkan Angel ke Polda Sumut

Berita

Tekab Unit Buncil Polda Sumut Tangkap Tiga Pembunuh Hamonangan

Berita

Ingin Kabur Saat Ditangkap, Polisi Terpaksa Hadiahkan Timah Panas kepada Perampok Ini

Berita

Polsek Medan Timur Tangkap 2 Pencuri Sepeda Motor

Berita

Polda Sumut Ambil Alih Kasus Tiga Personel Polres Siantar Terlibat Sabu