5 Siswa SD Disodomi di Warnet

Redaksi - Sabtu, 31 Mei 2014 23:21 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052014/beritasumut_Pencabulan2.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. (Google)
Medan, (beritasumut.com) – Lima siswa SD mengadu ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Pokja Medan, Jalan Sakti Lubis, Medan, Jumat (30/5/2014) siang. Mereka meminta pendampingan karena sudah menjadi korban sodomi yang dilakukan T (30).Kelima korban yaitu RS (11) siswa kelas 5 SD, MSA (9) kelas 4, ES (9) siswa kelas 4, W (11) siswa kelas 6 dan B (11) kelas 6. Kelima warga kawasan Jalan Bajak ini datang ke Kantor Komnas PA Pokja Medan didampingi orang tua dan gurunya.Pencabulan ini terungkap setelah seorang guru menanyai RS yang terlihat bermalas-malasan di sekolah. "Setelah ditanyai, dia mengaku disodomi pelaku. Dia pun menceritakan perbuatan itu juga dialami empat temannya," kata Osman Simaremare, guru kelas 6 SD Negeri di Jalan Tritura, Medan, yang mendampingi korban.Para korban mengaku diiming-imingi T dengan uang Rp10 ribu sehingga mau dicabuli. Setelah memberi uang, pelaku mengancam membunuh anak-anak itu jika mereka mengadu kepada orang lain.RS, MSA, ES, dan W mengenal T di salah satu warnet di kawasan Jalan Bajak. Mereka dikenalkan B yang lebih dulu disodomi.Anak-anak ini mengaku dicabuli pada April lalu. Mereka pertama kali dicabuli di kamar mandi warnet, kemudian berlanjut di rumah pelaku di Titi Kuning, bahkan di sekitar kolam renang umum.Perwakilan Komnas Perlindungan Anak Pokja Medan Sumantri, menduga masih ada korban lain yang belum melaporkan perbuatan T. "Kami akan mendampingi para korban dan orangtuanya melapor ke Polresta Medan. Apalagi kita mencurigai masih banyak korban yang belum terungkap," jelas Sumantri. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Tragis! Pikap Terbalik di Karo, 2 Siswa SD Tewas

Berita

Wali Kota Medan Pergoki Siswa Main Game di Warnet Saat Jam Belajar

Berita

Curi Kereta di Warnet, Anak Jalan Mestika Percut Ditangkap

Berita

Polda Sumut Buru Pembunuh Operator Warnet di Lubukpakam

Berita

Polsek Medan Baru Diminta Razia Warnet Saat Jam Belajar

Berita

Operator Warnet Tewas Ditikam OTK di Lubukpakam