Bocah Korban Pencabulan di Medan Alami Trauma

Redaksi - Kamis, 15 Mei 2014 14:56 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052014/beritasumut_SP-Korban-Pencabulan-dan-Ayahnya.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Bocah SP korban pencabulan dan ayahnya. (A Chan)
Medan, (beritasumut.com) – Kasus pencabulan yang menimpa SP beberapa waktu lalu, masih berbekas pada dirinya. Trauma mendalam dan rasa takut selalu dialami bocah berusia tiga tahun itu ketika mendengar cerita dan melihat rumah pelaku A pelajar SMP yang merupakan tetangganya."Trauma dia jika mendengar cerita itu apalagi saat melihat rumah pelaku," kata ibu korban LS (31) warga Jalan Angsa, Medan saat  mendatangi Kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak Sumatera Utara (Komnas PA Sumut) di Jalan Pelajar, Medan, Kamis (15/5/2014).Namun begitu, ujarnya, saat ini anaknya sudah dapat melakukan aktivitas seperti anak-anak lainnya. "Masih seperti biasa, tapi jika dengar cerita itu dan melihat rumah pelaku dia trauma," katanya.Seperti diberitakan, SP bocah berusia umur 3 tahun menjadi korban pencabulan ini dilakukan oleh seorang pelajar SMP berinisial A (15) yang tak lain adalah tetangganya.Ibu korban menceritakan, kejadian bermula pada 27 April 2014 saat anaknya SP bersama kakaknya Y (5) sedang melintas di rumah pelaku. Saat itu pelaku yang sedang duduk didepan rumahnya lalu memanggil korban dan membawanya masuk ke dalam rumah. "Saat pulang dari rumah pelaku, anak saya SP kesakitan di duburnya. Saya saya tanya kenapa, anak saya bilang A yang mengapakan anak saya," ujarnya.Namun, saat itu ia menanggapnya tidak ada apa-apa. Namun pada 5 Mei 2014 anaknya kembali merasakan kesakitan dan badannya panas. "Saat itulah saya bawa ke bidan dekat rumah saya . Di situ bidan mengatakan bahwa dubur anakku luka dan telah dimasukkan jari. Disitulah saya terkejut. Saat saya tanya anak saya mengaku bahwa pelakunya adalah si A yang merupakan tetangga kami," katanya.Mendengar pengakuan anaknya, pada 7 Mei 2014, ia bersama suaminya pun melaporkan kejadian yang menimpa anaknya ke Polsek Percut Sei Tuan. "Sudah saya laporkan , namun hingga kini pelakunya belum ditangkap dan masih bebas berkeliaran. Makanya saya laporkan kasus ini ke Komnas PA agar kasus anak saya dapat selesai dan pelakunyaa dapat ditangkap," katanya.Sementara itu, Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan akan mengawal kasus pencabulan yang dialami bocah ini hingga selesai. "Akan kita kawal tuntas kasus ini,” ujarnya. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait

Berita

TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura

Berita

Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak

Berita

Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan

Berita

Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa

Berita

Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara

Berita

PMI Sumut Miliki Markas Komprehensif dan UTD Modern