Medan, (beritasumut.com) – Usai meringkus 2 tersangka spesialis penjambretan terhadap turis asing dan Cina yang terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, Jumat (9/5/2014) dinihari, Polsek Percut Sei Tuan menggelar rekontruksi kasus tersebut pada Ahad (11/5/2014).Rekontruksi dilakukan di lima lokasi dengan tersangka M Khaidil (17) warga Jalan Gurilla Lorong Langgar, Medan dan Raja Nanda (20) warga Jalan M Yakub, Medan.Rekontruksi pertama dilakukan di Jalan Palang, Merah depan Karaoke Nav tempat pertama kali tersangka melakukan penjambretan. Di sini tersangka melakukan penjambretan terhadap warga asing dan berhasil mengambil tasnya.Rekontruksi kedua dilakukan Jalan Zainul Arifin depan Bank Mestika dengan korban Carmen Isabel warga asal Jerman. Dalam rekontruksi ini dilakukan 4 adegan dari tersangka datang hingga mengambil tas korban.Penjambretan ketiga dilakuka kedua tersangka di Jalan Balaikota depan Hotel Grand Aston. Disini korban Koi Wee Li alias Xu Weili warga asal Singapura sedang menunggu taksi dijambret tersangka dengan menggunakan sepeda motor Satria FU BK 2491 AEK yang selalu digunakan tersangka dalam melancarkan aksinya.Rekontruksi keempat dilakukan di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di depan Kantor KPU Sumut. Di sini korban Lia dan suaminya yang mengendarai sepeda motor RX King dipepet kedua tersangka. Namun, tersangka gagal mengaambil tas milik korban. Sementara korban Lia tewas saat terjadinya aksi penjambretan itu. Rekontruksi kelima dilakukan di Jalan Selamat Ketaren.Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Ronald Sipayung menjelaskan, rekontruksi digelar guna mengetahui bagaiamana kedua tersangka melakukan aksi penjambretan. "Rekontruksi ini untuk mengetahui bagaimana tersangka melakukan penjambretan. Selain itu, kita gelar rekonstruksi ini untuk melengkapi berkas perkara tersangka yang akan kita serahkan ke pengadilan," katanya.Tersangka Raja Nanda mengaku kerap melakukan penjambretan dengan sasaran turis asing dan orang Cina. "Memang turis asing dan Cina aja incaran kami. Kami menjambret hanya mengincar uang dollar turis asing itu. Kalau dollarnya banyak kalau ditukar kan tinggi harganya," katanya. Dikatakannya, uang hasil jambret itu digunakan mereka untuk membeli sabu. "Kami merampok karena mau beli sabu. Kami ditangkap saat sedang membakar passpor dan kartu identitas korban. Pas polisi datang kami mau lari. Ya sempat melawan aku makanya kedua kakiku ditembak,” aku pelaku.Sementara itu, Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta Karo-karo mengapresiasi Polsek Percut Sei Tuan yang berhasil menangkap tersangka penjambretan terhadap turis asing. "Kita apresiasi, karena jika kita tidak bergerak cepat maka Kota Medan akan tercemar dengan maraknya penjambretan terhadap turis asing," katanya. (BS-031)