Medan, (beritasumut.com) – Tak punya uang untuk pulang kampung membuat TZ (17) gelap mata. Warga asal Nias ini nekad mencuri 2 unit handphone (HP) di pos ronda di Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Jumat (9/5/2014).Akibatnya, lelaki yang kesehariannya ini tinggal di jalanan ini harus menunda keinginannyaa untuk balik ke kampung halaman menjumpai orang tuanya karena ia harus menjalani hari-harinya di balik jeruji besi.Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejak 4 tahun lalu TZ merantau dari Nias ke Medan menaiki kapal laut dengan maksud mencari pekerjaan.Lantaran tak memiliki ijazah, TZ hidup di Kota Medan sebagai sebagai pengemis. Karena merasa tak punya saudara di Medan dan hidup susah, TZ pun berniat kembali pulang ke Nias. Meski berniat pulang, namun TZ tak memiliki uang yang cukup untuk ongkos."Aku butuh uang Rp500 ribu untuk pulang kampung, makanya aku mencuri. Pas aku curi, satpam yang jaga di pos ronda itu sedang tidur. Tapi saat aku mau ambil HP satunya lagi, pak satpam itu bangun dan menangkapku," katanya.TZ juga menjelaskan dirinya baru tiga kali mencuri. "Baru 3 kali aku mencuri. Pertama di Petisah, disitu kuambil uang orang Rp250 ribu. Kedua di Pajak Sambu, di sana ku ambil cabe sama HP. Inilah yang ketiga," ujar anak ketujuh dari delapan bersaudara ini.Kanitreskrim Medan Timur AKP Syarifur Rahman saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih memproses pelaku. (BS-031)