Medan, (beritasumut.com) – Personel Polsek Percut Sei Tuan melumpuhkan dua spesialis perampok turis asing yang kerap beraksi di Kota Medan.Kedua tersangka M Khaidil (17) warga Jalan Gurilla Lorong Langgar, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan dan Raja Nanda (20) warga Jalan M Yakub, Kecamatan Medan Timur ini terpaksa ditembak di kedua kakinya lantaran melawan petugas saat diamankan di Pajak Bengkok, Jalan Willem Iskandar, Medan. Dari kedua tersangka petugas menyita barang bukti tiga paspor asing, delapan lembar mata uang asing Singapura, Thailand, Malaysia, Cina serta 20 lembar kartu ATM dan sejumlah kartu identitas milik korban lainnya.Kapolsekta Percut Sei Tuan Kompol Ronald Sipayung di Medan, Jumat (9/5/2014) sore menjelaskan, tersangka melakukan aksinya di beberapa inti Kota Medan. "Ada beberapa lokasi yang menjadi sasaran kedua tersangka yakni di kawasan Lapangan Merdeka, Jalan Slamet Ketaren persisnya di dekat kampus Unimed dan di Jalan Ahmad Yani. Untuk lokasi lainnya masih kita kroscek lagi di polsek-polsek,"katanya.Ditambahkannya, kedua tersangka sudah beraksi sebanyak 15 kali. "Sudah 15 kali mereka melakukan perampokan. Kedua tersangka ini juga pernah merampok hingga korbannya sampai meninggal dunia. Kami masih melakukan pengembangan, kemungkinan ada pelaku lainnya," katanya.Dari catatan kriminal, tersangka Raja Nanda merupakan seorang residvis yang sudah pernah mendekam di Lapas Tanjung Gusta Medan.Tersangka Raja Nanda di Mapolsekta Percut Seituan mengatakan dirinya merampok hanya ingin membeli narkoba."Aku merampok karena mau beli sabu. Aku sudah enggak ingat lagi berapa kali merampok. Memang pas ditangkap aku dan Khaidil sedang membakar paspor dan kartu identitas korban. Pas polisi datang kami mau lari. Sempat melawan aku makanya kedua kakiku ditembak. Ya, pernah juga kami merampok turis asing," ujar Raja Nanda. (BS-031)