Panyabungan, (beritasumut.com) – Aksi pengeroyokan wartawan Harian Andalas di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Jeffry Barata Lubis oleh puluhan orang tak dikenal (OTK) diduga telah direncanakan dengan matang dan ada oknum yang mendalanginya.Hal tersebut dikemukakan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Madina Saparuddin Haji Lubis di Panyabungan, Selasa (1/4/2014).“Sebab, apabila ditelusuri ke belakang, awalnya akan terjadi keributan antara Jeffry dengan seorang narapidana yang juga Ketua Partai Hanura Madina Ali Makmur Nasution,” ungkapnya.Dugaan keterlibatan oknum Ketua Partai Hanura itu juga dibuktikan dengan adanya SMS masuk ke handphone (HP) Ali Makmur Nasution yang disinyalir sebagai laporan pelaku. HP tersebut telah disita pegawai LP Klas IIB Panyabungan usai terjadinya pengeroyokan dan selanjutnya HP tersebut saat ini telah diamankan polisi untuk dijadikan barang bukti, tegasnya.Kejadian tindak kekerasan terhadap wartawan oleh puluhan orang tak dikenal itu semakin terkuak dan terarah kepada oknum Ketua Partai Hanura Madina pasca diamankannya mobil pick up L300 dan ambulance yang dikendarai pelaku pengeroyokan berbalut stiker Hanura.“Jadi, kejadian tindak kekerasaan pengeroyokan yang menimpa Wartawan Harian Andalas Madina pada Selasa (25/3/2014) malam lalu, diduga telah direncanakan. Bahkan, apabila dilihat dari jumlah pelaku yang tak sebanding dengan korban yang hanya satu orang, terindikasi adanya percobaan pembunuhan karena ada kalimat ‘bunuh’ dalam aksi pengeroyokan tersebut,” terangnya.Sapar mengutuk dan mengecam keras tindakan pengeroyokan tersebut. Sapar merasa prihatin dengan stabilitas keamanan di Madina, karena ada indikasi oknum yang mendekam di penjara bisa “mengendalikan” peristiwa seperti itu.Aparat kepolisian harus benar-benar serius dalam mengungkap serta menuntaskan kasus ini. Sebab apabila tidak, kemungkinan besar masyarakat tidak percaya lagi terhadap aparat penegak hukum di Madina, pungkasnya. (BS-026)