Panyabungan, (beritasumut.com) – Ketua PWI Perwakilan Mandailing Natal (Madina) Sarmin Harahap mendesak Polres Madina menangkap aktor intelektual pengeroyokan wartawan Harian Andalas Jeffry Barata Lubis.“Sangat aneh di mata publik jika kepolisian tidak berhasil menangkap aktor intelektualnya, sementara bukti dan keterangan saksi sudah mengarah kepada oknum ketua salah satu partai yang sedang menjalani hukuman di LP Sipaga-paga,” ujar Sarmin di Panyabungan, Jumat (28/3/2014).Bukti-bukti itu antara lain adanya SMS masuk di handphone (HP) oknum ketua partai berupa laporan pemukulan. HP milik oknum ketua partai tersebut telah disita polisi. Kemudian, kendaraan yang digunakan para pelaku saat mencari Jeffry menggunakan lambang partai yang dipimpin oknum tersebut.Bukti lainnya, sebelum Wartawan Andalas Jeffry Barata Lubis dipukul, ditantang oknum ketua partai berkelahi di dalam LP Sipaga-paga.Selain itu, Kementerian Hukum dan HAM diminta menurunkan tim penyidik internal ke LP Kelas II B Sipaga-paga. Sebab bagaimana mungkin seorang tahanan bisa memiliki HP dengan bebas di dalam sel. Oknum Kepala LP Kelas II B Sipaga-paga diduga memiliki hubungan dan komunikasi "khusus" dengan oknum ketua partai berinisial AMN.“Kalau hubungan dan komunikasi ‘khusus” tidak ada, tidak mungkin yang bersangkutan dapat fasilitas seperti HP dan berani mengajak orang berantam," ucap Sarmin.Sampai detik ini kata Sarmin, pihaknya masih sangat yakin polisi dan wartawan adalah mitra sejati. Karena itu ia yakin dalam waktu dekat Polres Madina akan dapat menangkap pelaku dan aktor pelaku pengeroyokan. (BS-026)