Panyabungan, (beritasumut.com) – Apapun motif dari tindakan pengeroyokan terhadap wartawan Jeffry Barata Lubis, aparat kepolisian mesti mengusut tuntas siapa otak dari tindakan premanisme terencana itu. Perbuatan biadab itu sangat mengusik kenyamanan dan kesejukan bumi Mandailing Natal (Madina) terutama menjelang pesta demokrasi, 9 April 2014.Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Madina Imran Khaitamy Daulay di Panyabungan, Madina, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (26/3/2014), menanggapi akasi pengeroyokan terhadap wartawan di Madina.Kata Imran, terkait dugaan bahwa aksi pengeroyokan dirancang dari balik terali besi oleh oknum ketua salah satu partai peserta pemilu, tentu sangat disayangkan apabila sinyalemen itu benar, karena akan membawa dampak buruk terhadap upaya-upaya semua pihak dalam memupuk kepercayaan publik terhadap kredibilitas partai sebagai wahana perjuangan nasib rakyat.Lanjut Imran yang dulunya adalah seorang wartawan di Madina, ia berharap agar aksi kriminal ini dapat segera diusut tuntas dan pelakunya ditindak tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.“Siapapun dia yang terlibat. Tak ada yang kebal di mata hukum. Bagi kaum jurnalis, kita harapkan agar merapatkan barisan dan tetap menjaga kokohnya semangat kemerdekaan pers, bebas dari tekanan dan upaya-upaya pembungkaman sehingga profesionalisme jurnalis dapat terawat danga baik,” papar Imran.Perbuatan yang seperti itu sangatlah biadab. Oleh karena itu ia berharap para pelaku cepat ditangkap dan diproses. “Saya pribadi sangat mengutuk perbuatan seperti ini karena sekarang bukan zaman barbar atau primitif lagi,” tegasnya. (BS-026)