Abang Pukuli Adik Kandung Hingga Pingsan di Tembung

Redaksi - Minggu, 23 Maret 2014 00:35 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir032014/beritasumut_Pemukulan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. (Google)
Medan, (beritasumut.com) – Susi (27) warga Pasar IX Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), bagaikan adik tiri bagi abang kandungnya. Hanya gara-gara handphone (HP), Saipul Amri (40) tega memukuli Susi hingga pingsan.Korban yang merasa tak senang kemudian membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan, Sabtu (22/3/2014) malam.Korban menceritakan, kejadian ini bermula saat saat korban meminjam HP abangnya untuk  menelepon temannya. Setelah mendapat pinjaman HP, korban masuk ke dalam rumah dan langsung menelepon temannya.Tiba-tiba, kakak kandungnya, Ani (32) menyuruh korban untuk memulangkan HP pelaku  tersebut karena takut pulsanya habis. Namun, perkataan kakaknya tersebut tak dihiraukan korban.Selanjutnya, Ani pun melaporkan kepada pelaku bahwa sang adik menelpon orang yang tak jelas. Mendengar perkataan itu, pelaku langsung naik darah dan menemui korban yang kemudian memukulnya secara membabi buta.Tidak sampai di situ, korban juga diseret ke dapur lalu disekap. Pelaku yang bagai kesetanan kembali memukuli dan menginjak-injak korban hingga pingsan.Ibu korban, Tasmini (54) yang melihat kejadian itu berusaha melerai, tetapi pelaku langsung mengusir ibunya, lalu mengunci pintu.Melihat korban pingsan, pelaku langsung meninggalkan rumah tersebut. Tak lama, ibu korban menghampiri Susi dan langsung memercikkan air ke wajah korban. Korban pun langsung siuman dan menangis memeluk ibunya."Saya seperti adik tiri bagi abang dan kakak kandung saya.  Bukan kali ini saja saya dianiaya. Enam bulan lalu saya juga dianiaya, hingga wajahku berdarah dan lebam-lebam. Tetapi keluargaku melarang untuk melaporkan kejadian ini dan langsung didamaikan. Dengan kejadian ini, saya sudah tidak tahan lagi, makanya saya melapor ke polisi," ungkapnya.     Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Ronald Sipayung saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan korban penganiayaan. "Korban saat ini masih dimintai keterangannya di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA). Kasusnya masih kita proses," ujarnya. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Walikota Bersama PB PON dan Forkopimda Siap Sukseskan Pematangsiantar Tuan Rumah PON Venue Tinju

Berita

Ketua Ranting Cabang Bhayangkari Polrestabes Medan Diserahterimakan

Berita

Aceh Selatan Diguncang Gempa Bumi Tektonik Berkekuatan M4.7

Berita

Kota Sabang Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 4,8

Berita

Pengurus Dian Kemala Cabang Medan Sambangi Polrestabes Medan

Berita

Erizal Ginting Tutup Musppanitera, Bagus Indra Pratama Terpilih sebagai Ketua Dewan Kerja Cabang Periode 2022-2027