Medan, (beritasumut.com) – Derson Eko Mayjon Manurung (26) dan Rano Manurung (31) warga Jalan Pembangunan Gang Sosial, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) mendatangi Mapolsek Helvetia dengan kondisi babak belur, Senin (10/3/2014).Abang beradik ini dipukuli oleh dua orang pria yang diantaranya mengaku polisi bernama Roy Silalahi saat berjaga malam di kampungnya.Derson menceritakan, penganiayaan yang dialaminya dan abang kandungnya tersebut terjadi pada Ahad (9/3/2014) sekira pukul 23.30 WIB, ketika ia sedang mendapat giliran jaga malam di kampungnya. Apes menimpanya ketika ia menegur pelaku yang ngebut melintas mengendarai sepeda motor, pelaku tak senang dan kemudian memukulinya."Aku lagi jaga malam semalam. Enggak lama mereka lewat ngebut-ngebut, ketegurlah kutanya sama mereka mau kemana. Enggak senang orang itu dipukulinya aku," ucapnya.Tidak hanya ia yang dianiaya, abang kandungnya juga ikut menjadi korban saat hendak mencoba melerai keributan tersebut."Abangku juga dipukuli. Soalnya, dilihat abangku, aku dipukuli makanya dia mau misah, enggak taunya malah dipukuli juga sama orang itu. Katanya dia (pelaku) enggak senang sama aku, karena dipikirnya aku tentara. Enggak senang dia sama tentara karena adeknya pernah dirusak sama tentara. Cerita juga dia semalam, katanya dia polisi Medan Baru," terangnya.Derson mengalami luka di bagian lengan dan lebam di bagian wajah. Sementara, Rano mengalami luka di bagian kepala dan kakinya akibat ditunjang pelaku.Kanit Reskrim Polsek Helvetia AKP Hendrik Temaluru saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah menerima laporan korban."Sudah kita terima laporannya dan akan kita proses. Kita juga masih mencari apakah benar Roy itu memang seorang polisi," ujarnya. (BS-031)