Medan, (beritasumut.com) – Pemilik Toko Emas Karo-karo S di Pajak Sore, Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) yang dibobol maling pada Senin (3/3/2014) kemarin mencurigai mantan karyawannya, Anto yang telah dipecat sepekan lalu."Saya menduga dia (Anto) pelakunya. Anto saya pecat karena sering mencuri emas di toko saya," kata pemilik toko, Santa Maria (45) di lokasi, Selasa (4/3/2014).Untuk itu, dirinya meminta pihak kepolisian untuk segera mengusut dan menangkap pelaku yang melakukan pembobolan dan mengambil emas di tokonya."Kita berharap polisi cepat mengungkapnya," katanya.Kapolsek Medan Baru Kompol Nasrun Pasaribu menyatakan, pihaknya masih mendalami kasus pembobolan toko emas tersebut."Masih kita lidik dan kita masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan Polda Sumut," katanya.Tak hanya itu, katanya pihaknya juga masih memeriksa tiga orang saksi yaitu pemilik toko, Santa Maria (45) dan suaminya Usaha Sinulingga (48) serta seorang penjaga malam."Masih kita mintai keterangan sebagai saksi," ujarnya.Dirinya juga menilai, pelaku pembobolan toko emas ini diduga orang yang kenal betul dengan toko emas tersebut."Mungkin saja orang dalam yang mengetahui persis seluk beluk toko emas tersebut," katanya.Pantuan di lapangan, hingga saat ini pihak kepolsian belum memberikan garis polisi (police line) pasca perampokan Toko Emas Karo-karo tersebut. Tampak pula toko tersebut hingga kini masih tertutup rapat dan belum berdagang.Salah seorang pedagang minuman A Siang mengeluhkan sikap pengelola pasar lantaran selama ini penjaga malam hanya satu orang saja."Untuk pasar sebesar ini, seharusnya penjaga malam minimal empat orang. Selama ini satu orang aja. Makanya kami pun kalau meninggalkan barang di toko agak was-was," katanya.Dikatakannya, pascaperampokan semestinya pengelola pasar harus melakukan penambahan petugas jaga malam."Kalau hanya satu orang, ya beginilah jadinya. Apalagi sekarang ini memang musim perampokan," katanya. (BS-031)