Medan, (beritasumut.com) – Butuh biaya perobatan adik dan biaya 40 hari lahiran anak, dua sahabat, Giosadewa Nasution (16) warga Jalan Denai Gang Lima, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) dan Putra Januar (24) warga Jalan Laksana Gang Buku, Kelurahan Komat IV, Kecamatan Medan Area, nekad menjambret, Sabtu (1/3/2014) sore.Sialnya, saat kedua pelaku menjambret tas milik Rina (35) warga Dusun XII, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Sumut ini, aksi kedua pelaku diketahui warga yang malintas di Jalan Asia/Jalan Bakaran Batu, Medan.Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian ini bermula saat korban bersama anaknya Filaza melintas dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio BK 2796 MAF di Jalan Bakaran Batu untuk mengantar barang ke travel di Jalan Asia. Tiba-tiba kedua pelaku dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat BK 5870 AEF langsung memepet korban.Melihat situasi sepi, pelaku langsung menjambret tas korban. Korban yang tak mau tasnya diambil pelaku langsung berteriak sambil menarik kembali barangnya tersebut. Tak ayal teriakan korban mengundang perhatian warga dan para pengguna jalan. Akibatnya kedua pelaku ini pun ditangkap massa dan menghakiminya.Beruntung petugas Polsek Medan Area yang mengetahui aksi tersebut langsung turun ke lokasi dan mengamankan kedua pelaku dari amukan massa. Selanjutnya, kedua pelaku berikut barang bukti tas yang didalamnya berisi dompet, HP, tablet, kartu ATM dan surat berharga milik korban dibawa ke Mapolsek Medan Area guna proses hukum lebih lanjut.Pelaku Putra Januar mengaku nekad melakukan penjambretan karena terdesak kebutuhan biaya 40 hari lahiran anaknya. "Kalau berhasil uangnya untuk biaya 40 hari lahiran anakku. Sudah 2 kali aku melakukan penjambretan," ujar pria yang mengaku sebagai Anggota SPSI ini di Mapolsek Medan Area.Sementara, pelaku Giosadewa Nasution (16) menyatakan nekad melakukan penjambretan untuk biaya perobatan adiknya. "Untuk biaya perobatan adik perempuanku yang Kelas II SD. Dia sakit bara di leher sebelah kiri dan udah berlangsung selama tiga tahun," akunya.Kapolsek Medan Area Kompol Rama S Putra saat dikonfirmasi membenarkan perihal penangkapan tersebut. "Benar. Saat ini masih kita mintai keterangan. Korbannya masih membuat laporan," katanya singkat. (BS-031)