Ngatirin Tewas di Tanah Garapan, Polsek Percut dan Polresta Medan Beda Pendapat

Redaksi - Jumat, 14 Februari 2014 19:28 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir022014/beritasumut_Polri2.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Ilustrasi
Medan, (beritasumut.com) – Meski telah mengamankan 9 orang, namun Polresta Medan maupun Polsek Percut Sei Tuan belum menetapkan tersangka di balik kasus tewasnya Ngatirin (55) warga Jalan Pancing, Gang Karso, Lingkungan  X, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan yang tewas bersimbah darah di tanah garapan di belakang Vihara Cemara Asri, Kampung Agan, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (12/2/2014) malam. 9 orang yang sebelumnya sempat diperiksa secara insentif di Ruang Unit Jahtanras Satreskrim Polresta Medan, kini telah dipulangkan dengan alasan tidak cukup bukti. "Kita pulangkan karena cuma saksi," kata Kanit Jahtanras Polresta Medan AKP Daniel Marinduri di Medan, Kamis (13/2/2014).Namun keterangan berbeda disampaikan Kanit Reskrim Percut Sei Tuan AKP Zulkifli Harahap. Dijelaskan  dari 9 orang yang diperiksa, 2 diantaranya diketahui pelaku pembakaran dan perusakan rumah Juwita Br Aritonang (50) yang menangis histeris mengetahui Ngatirin tewas di lokasi kejadian. Sedangkan 7 lainnya masih ditetapkan sebagai saksi.Namun, 2 orang berinisial NO dan AD belum diketahui jelas atas keterlibatannya dalam pembunuhan Ngatirin. Dari lokasi, petugas juga mengamankan sebuah senjata tajam (Sajam) jenis pisau, dari sebuah pondok di sekitar tanah garapan.  "Polsek Percut dan Polresta Medan masih mendalami kasus kematian Ngatirin. NO dan AD masih kita periksa dan belum jelas keterlibatannya dalam kasus pembunuhan Ngatiran," ujarnya. Dijelaskannya, keluarga korban juga telah membuat laporan secara resmi ke Polsek Percut Sei Tuan. "Anak korban, Hatta (30) telah membuat laporan secara resmi. Dari hasil otopsi sementara, korban mengalami luka tikaman sebanyak 3 kali tusukan di dada, perut dan kepala. Tangan sebelah kiri patah diduga akibat dipelintir," ujarnya.Dijelaskannya, 9 orang yang diamankan hingga kini masih dilakukan pemeriksaan di Mapolresta Medan. "Kita  masih melakukan pengejaran terhadap beberapa orang yang identitasnya telah kita kantongi sekaligus tersangka pelaku pembunuhan,” katanya. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa

Berita

Narkoba Senilai Rp 6 Miliar Dimusnahkan Polresta Medan

Berita

Demo di Tengah Jalan, Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan Redam Emosi Pedagang Aksara

Berita

Pembobol Showroom Tewas Ditembak Polisi

Berita

Lakukan Perlawanan, Petugas Sat Reskrim Polresta Medan Tembak Pelaku Curat

Berita

Lakukan Penipuan ke Nasabah, Staf Koperasi Bina Mitra Mandiri Diamankan Polisi