Medan, (beritasumut.com) – Frengky Simatupang (42) alias Frengky Tato warga Jalan Selambo Gang Sofian Blok II, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang yang merupakan Ketua Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pemuda Karya (PAC IPK) Patumbak, tewas dibantai di depan rumahnya oleh OTK yang mengendarai 5 sepeda motor.Informasi yang dihimpun, korban dibunuh diduga terkait permaslahan lahan tanah garapan. Awalnya, korban di datangi oleh para pelaku yang mengendarai 5 sepeda motor bertamu kerumahnya. Di dalam rumah, Ramaeta Boru Saragih (38) istri korban, sempat mendengar cekcok mulut antara korban dan para pelaku. Hingga terjadinya peristiwa pembacokan terhadap korban.Dalam pengeroyokan tersebut, korban sempat berlari ke arah jalan guna mendapatkan pertolongan warga. Namun, nyawa pria yang juga merupakan mandor Angkot 25 ini tak bertahan lama. Korban tergeletak jatuh di jalan tepatnya dekat lapok tuak dengan darah yang bercucuran dari 10 luka bacokan diantaranya lima kali di kepala, 3 kali dipunggung kiri dan 2 kali dipunggung kanannya.Warga dan istrinya yang sempat mendapati korban terkapar, langsung membawanya ke Rumah Sakit Ridos yang terletak di Jalan Menteng VII, Medan. Selanjutnya dibawa ke RS Pirngadi Medan guna diotopsi.Salah seorang saksi mata, Jimmy Simanjuntak (33) mengatakan, saat itu korban dihampiri beberapa orang yang datang menggunakan 5 orang yang mengendarai sepeda motor. Saat itu, Jimmy sedang membersihkan ladang jagung dan ubi yang tak jauh dari kediaman korban.Ketika Jimmy dihampiri oleh para pelaku, salah seorang diantaranya melarangnya membersihkan ladang tersebut."Kau ngapain di sini? Kenapa kau bersihkan ladang ini. Siapa yang nyuruh kau? Kau kira lahan ini punya kalian," ucap Jimmy menirukan ucapan salah satu pelaku.Mendengar ucapan itu, Jimmy pun kaget, sembari menjawab jika lahan tersebut adalah milik warga sekitar. Lantaran lahan yang digarapnya belum dibayar oleh pihak pengembang. "Jadi kubilang tanah itu punya warga karena belum dibayar oleh pihak PT. Lagi pula ketua kami (korban), nyuruh ngerjain lahan itu," jelasnya.Selanjutnya, para pelaku pu menanyakan keberadaan Frengki Tato yang disebutnya sebagai ketua. Para pelaku pun langsung mendatangi Frengki di kediamannya dan menghabisi nyawa korban.Sedangkan Esman Sianturi (68) pemilik warung menuturkan, Saat itu, ia melihat Frengki Tato berlari dan terjatuh di depan warungnya. Ia pun sempat melihat ada orang yang mengejar Frengki namun akhirnya kabur."Kami pas lagi mau ambil catur, tiba-tiba dia lari kemari. Langsung dia jatuh di depan itu. Sudah banyak darah dibadannya. Memang ada ku lihat yang mengejar dia, tapi langsung lari naik kereta," ujarnya.Menurut keterangan istri korban, Ramaeta Boru Saragih (38), suaminya tewas dibunuh oleh lima orang yang menggunakan sepeda motor dan bertamu kerumahnya. Usai melakukan pembacokan, para pelaku pun dengan segera melarikan diri."Waktu itu, para pelaku datang ke rumah saya, dari dalam rumah. Saya dengar mereka cekcok mulut. Kata mereka (pelaku) apa kau, berani kau. Disitu, suamiku dibacok. Sempat suami kulari ke jalan dekat warung, meminta pertolongan, namun nyawanya tidak terselamatkan. Saat itu juga para pelaku kabur," terang istri korban yang mengaku memiliki 4 orang anak. (BS-031)