Medan, (beritasumut.com) – Rindu Situmorang (18) terasngka perampok pengemudi mobil tangki dan seorang mekanik babak belur dihajar massa di sekitar Jembatan Layang, Pulo Brayan, Medan, Rabu (11/12/2013).
Informasi yang berhasil dikumpulkan menyebutkan, Rindu beraksi bersama dua rekannya, Sofyan dan Firdaus. Dengan mengendarai 1 unit Honda Beat, mereka merampok sopir mobil tangki pengangkut premium BK 9925 HR.
Rindu bahkan menodong sopir mobil tangki yang sedang mogok di atas jalan layang itu dengan sebilah pisau komando.
"Semula mereka minta Rp30.000 untuk uang rokok, setelah itu menodong pakai pisau dan merampas dompet saya," kata Charles Sinaga, sopir truk tangki.
Di saat bersamaan, mekanik yang dipanggil untuk memperbaiki truk tangki itu tiba di lokasi mengendarai Honda CBR. Para pelaku meminta STNK Honda CBR milik mekanik.
"Alasannya ada sepeda motor temannya pernah hilang. Saat itulah petugas datang dan menangkap seorang pelaku," kata Rainer, mekanik.
Saat itu, korban berteriak, "rampok! Rampok!" Massa langsung tergerak dan menangkap pelaku. Rindu berhasil diringkus, sedangkan Sofyan dan Firdaus berhasil melarikan diri.
Rindu yang tertangkap pun jadi bulan-bulanan massa. Dia babak belur. Saat itu, anggota Kompi Bantuan Yon Zipur 1/DD yang baru apel di kawasan Helvetia melintas di lokasi.
"Anggota langsung turun dan mengamankan pelaku," jelas Komandan Batalyon Zipur 1/DD Mayor Czi D Sumarlin.
Bersama Rindu, turut diamankan barang bukti berupa pisau komando, uang Rp500 ribu, dan truk tangki yang dikemudikan korban. Pelaku dan barang bukti akan diserahkan ke polisi.
Sementara itu, Rindu mengaku baru kali ini merampok. Namun, dia tak membantah merupakan anggota komplotan pelaku kejahatan yang biasa beraksi di kawasan Mabar dan Pulo Brayan sekitarnya. Selain mereka, ada kelompok-kelompok lain yang biasa beraksi di kawasan-kawasan berbeda. (BS-001)