Medan, (beritasumut.com) – Akibat suaranya tidak jelas saat membacakan tuntutan dalam kasus sabu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan langsung menegur Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indra Zamachayari.
Kejadian ini terjadi dalam sidang yang digelar di Ruang Cakra IV PN Medan, Kamis (5/12/2013) siang dengan agenda tuntutan.
"Tolong suara jaksa agak sedikit dibesarkan," tegur Hakim Anggota Sherliwaty.
Namun teguran hakim terkesan tidak digubris JPU Indra dan terus membaca tuntutan dengan suara pelan sampai selesai.
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim Agustinus bertanya terhadap kedua terdakwa yaitu Hendra dan Ardan atas ancaman hukum yang diajukan jaksa. Meski suara jaksa dalam membacakan tuntutan cukup pelan, namun kedua terdakwa mengaku mengerti.
"Bagaimana terdakwa, apakah kalian mengerti dengan isi tuntutan jaksa," tanya hakim Agustinus. "Mengerti pak," ucap Ardan sambil mengganggukan kepalanya. "Berapa tahun kamu dituntut," tanya Hakim Agustinus kembali. Kedua terdakwa tidak bisa menjawab karena mengaku tidak mendengar tuntutan jaksa.
Dengan sedikit emosi bercampur kesal, Hakim Agustinus langsung meminta salinan tuntutan kepada JPU Indra untuk dibacakan ulang sekaligus sebagai contoh agar tidak mengulangi perbuatan serupa.
"Mana salinan tuntutannya, apa sudah diberikan kepada terdakwa," ucapnya sembari membaca ulang isi nota tuntutan tersebut.
Seperti diketahui, kedua terdakwa narkoba jenis sabu dituntut berbeda dalam satu berkas oleh JPU Indra Zamachayari. Untuk terdakwa Hendra (24), warga Jalan Labuhan, Medan Deli dituntut 6 tahun karena melanggar Pasal 114 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.
Sedangkan terdakwa Ardan, warga Jalan Pancing III, Medan Labuhan dituntut 1 tahun penjara karena melanggar Pasal 131 KUHP. "Jadi peran si Ardan ni, makanya dituntut berbeda karena dia tidak tahu apa-apa," ucap JPU.
Dijelaskannya, penangkapan kedua terdakwa oleh polisi yang menyaru sebagai pembeli dikawasan Jermal. "Awalnya si Hendra mengajak Ardan ke kawasan Klambir menemui temannya, dan kemudian pergi ke kawasan Jermal menemui calon pembeli yang merupakan polisi. Ternyata dari hasil pemeriksaan, si Ardan tidak mengetahui kalau yang dibawah Hendra adalah sabu," ujarnya mengakhiri. (BS-021)