Medan, (beritasumut.com) – Pasca bentokan antara aparat demonstran dari Aliansi Umat Islam di Masjid Taqwa, Jalan Masjid, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, DPW Partai Bulan Bintang Sumatera Utara mengecam sikap respresif aparat kepolisian yang berulangkali melemparkan gas air mata kepada massa.
"Kami anggap tindakan ini merupakan tindakan zolim yang melukai hati umat ISlam yang tengah berjuang membela kehormatan rumah ibadahnya. Karenanya kami menyerukan agar dibentuk tim investigasi terkait bentrokan petugas dengan demonstran sekaligus selaku jembatan untuk penyelesaian permasalahan antara pihak masjid dengan Hermes Place," ujar Ketua DPW PBB Sumut Dr Ir H Masri Sitanggang, MP didampingi Seketaris Awaluddin Sibarani, Wakil Ketua Sabaruddin Sagala serta pengurus lainnya di Masjid Taqwa Polonia, Ahad (17/11/2013) sore.
Dikatakannya. berlarutnya penyelesaian kasus Masjid Taqwa versus Hermes Place akibat ketidaktegasan pemerintah dalam hal ini Pemko Medan.
"Seharusnya Pemko Medan dalam hal ini Plt Walikota Medan Dzulmi Eldin telah memiliki langkah kongkrit guna menyelesaikan permasalahan rawan ini agar tidak berkepanjangan. Kami juga sangat kecewa dengan Pemko Medan yang telah memberi izin Helmes Place melakukan pembangunan di lokasi tanpa terlebih dahulu mengecek analisis dampak lingkungannya (Amdal) yang berpengaruh pada masyarakat sekitar termasuk masjid merupakan simbol keagamaan umat Islam," jelasnya sembari menegaskan umat Islam ingin rumah ibadah umat Islam dihargai.
Lebih lanjut Masri yang juga kader Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Sumut, mengingatkan semua pihak agar berlaku arif dalam menyelesaikan permalsahan umat Islam khususnya menyangkut masjid.
Khusus Plt Walikota Medan Dzulmi Eldin, masalah Masjid Taqwa ini harus menajdi perhatian khusus sebab seuma orang mengakui kalau terpilihnya pasangan Rahudman Harahap dan Dzulmi Eldin sebagai Walikota Medan dan Wakil Walikota Medan berkat dukungan penuh seluruh elemen umat Islam termasuk PBB mengusung tanpa pamrih apapun.
Jadi sudah sewajarnya Eldin memerikan catatan atau perhatian khusus untuk menuntaskan kasus ini agar tidak berlarut serta menjadi konflik berkempanjangan.
Selain karena bangunan tak berizin itu dinilai rawan bagi warga sekitar dan jamaah masjid, rumah warga sekitar juga sering kebanjiran dengan keberadaan bangunan tersebut.
Aksi warga Aliansi Umat Islam yang tergabung diantaranya Brigade Hizbullah PBB Sumut, Jumat kemarin bukan yang pertama kali, sejak setahun lalu warga sudah berkali-kali berunjuk rasa karena proyek pembangunan gedung itu bisa membahayakan masjid dan jamaahnya yang hanya berjarak 30 cm. Warga sudah mendesak pemilik dan pemborongnya segera membongkar bangunan tersebut. Apalagi, pihak pengembang juga diketahui membangun dengan material yang diduga tak sesuai standar.
Warga juga sudah melakukan pertemuan dengan pihak pemilik, polisi serta lurah dan diputuskan pembangunan tak boleh diteruskan. Akan tetapi, pemilik tak menghiraukan keputusan itu. (BS-001)