Medan, (beritasumut.com) – Warga Kota Medan diminta mewaspadai beredarnya minyak tanah yang dioplos denga bensin. Dari penelusuran wartawan sedikitnya ada beberapa kasus terbakarnya warga Medan diduga karena menggunakan minyak tanah oplosan.
Menyangkut kasus ini, Anggota DPRD Kota Medan H Jumadi SPdI meminta Pertamina dan aparat kepolisian segera turun tangan menindaklanjuti kasus ini agar kasus serupa tidak terjadi lagi.
“Kita minta Pertamina khusunya sebagai lembaga penyaluran minyak tanah ini untuk menindaklanjuti peredaran minyak tanah yang ditengarai oleh pihak-pihak yang bertanggungjawab,” ungkap anggota DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini di Medan, Ahad (8/9/2013) malam.
Jumadi menuturkan, Pertamina harus bertanggungjawab atas permasalahan ini. “Banyak kasus yang terjadi kita harapkan Pertamina bisa bertanggung jawab setidaknya bisa menindaklanjutinya sehingga proses-proses pengoplosan tidak terjadi,” ungkapnya.
Dalam permasalahan ini juga, Politisi Dapil IV Kota Medan ini meminta pihak Kepolisian Resor Kota Medan untuk mengusut tuntas adanya tindakan pengoplosan minyak tanah ini karena merupakan tindakan yang mengancam kehidupan masyarakat. “Kita minta polisi menindak tegas para pelaku pengoplosan minyak tanah ini sehingga masyarakat bisa tenang menggunakan minyak tanah,” terangnya.
Diutarakan Jumadi, pengoplosan bensis ke minyak tanah ditengarai sangat menguntungkan bagi sejumlah oknum dimana saat ini minyak tanah harganya mahal dan bensin lebih murah. “Mereka nampaknya mau mencari untung dari perbedaan harga ini,” ungkapnya. (BS-001)