KDRT Dalam Keluarga Pemulung

Redaksi - Senin, 01 Juli 2013 21:49 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072013/beritasumut_TPA-Terjun.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Dok
Dua orang pemulung memilah sampah di TPA Kelurahan Terjun, Medan Marelan.
Pancurbatu, (beritasumut.com) – Getirnya hidup bukan persoalan bagi Nora Yani (26) yang tinggal di rumah kontrakan di Gang Dame, Desa Baru, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang. Tetapi ketika dihajar suami saat hendak memulung (mengumpulkan) barang bekas di lokasi pembuangan sampah, jelas saja ia tidak terima.Karena tak tahan suaminya ringan tangan, masalahnyapun sampai di Polsek Pancurbatu. Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini kini menjadi urusan polisi.Informasi diperoleh menyebutkan, Nora permisi kepada suaminya R (26) karena mau pergi cari nafkah di TPA Sampah, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Jumat (29/6/2013) lalu. Kala itu R menjawab dia saja yang pergi nanti. Tapi melihat suaminya masih bermalas-malasan dan sedang tiduran, Nora meminta dirinya saja yang pergi bekerja.Tapi tiba-tiba, R yang tidak terdaftar sebagai penerima BLSM tersebut langsung marah dan menumbuk kepala korban seraya menyuruh istrinya kalau mau pergi agar membawa ketiga anak-anaknya yang masih kecil-kecil.“Mana mungkin aku bekerja sambil membawa ketiga anak-anak kami. Bagaimana mengais rezeki di sampah-sampah itu kalau anak-anak pun ikut ke sana,” ujar Nora kepada wartawan, Senin (1/7/2013).Sudah ditumbuk, Nora disiram minyak tanah lagi oleh suaminya. Kemudian mau disulutnya pakai api. Melihat tindakan suaminya itu, Nora semakin takut, tapi masih sempat mematikan api yang di tangan R sehingga tubuhnya luput dari lalapan api. “Karena kami ribut, tetangga sempat berdatangan dan melerai kami,” aku Nora sambil memberi makan ketiga anaknya yang ikut dibawanya ke Mapolsek Pancurbatu.Nora mengatakan, dirinya sudah tidak sanggup lagi menghadapi suaminya yang tukang pukul tersebut. Sebab aksi kekerasan tersebut sudah beberapa kali dialami korban. “Kami sama-sama mencari nafkah dengan mengais sampah di TPA Marelan. Tapi selama ini dia (R) jarang memberikan uang untuk kehidupan kami sehari-hari,” aku Nora lagi.Kapolsek Pancurbatu Kompol Darwin Sitepu melalui Kanit Reskrim AKP P Samosir ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan pengaduan korban. “Pengaduannya sudah kita terima dan kasusnya masih kita selidiki dengan memeriksa sejumlah saksi-saksi,” ujar Samosir. (BS-028)


Tag:

Berita Terkait

Berita

2 Tahun Tersangka KDRT Tidak Diserahkan Polsek Medan Area ke Kejari Medan

Berita

Dituduh Mencuri, Tukang Butut Dibalbal Massa

Berita

Dikira Maling Ternyata Tukang Butut

Berita

Dasar Suami Sontoloyo! Dilarang Nonton Film Oh Yes Oh No Malah Aniaya Istri

Berita

Tukang Butut Tewas Dilindas Truk di Medan

Berita

Memori Banding Diduga Ditahan PN Medan, Anak Korban KDRT Protes