Teroris di Medan Bunuh Tiga Sandera

Redaksi - Senin, 10 Juni 2013 21:42 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir062013/beritasumut_Latihan-Teroris-Latgab-Malindo3.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ist
Medan, (beritasumut.com) – Banyaknya permintaan teroris jaringan kelompok Abdul Kemprut yang berbasis di Malaysia, antara lain minta uang sebanyak Rp500 miliar, membuat pihak negosiator lambat merespon permintaan teroris. Buntutnya teroris membunuh tiga orang sandera, Ahad (9/6/2013) Rinciannya, satu orang sandera di pesawat terbang yang parkir di Bandara Polonia, Medan, dibunuh dan jenazah warga negara Malaysia berjenis kelamin laki-laki dibuang keluar. Satu orang sandera berjenis kelamin pria di Hotel Arya Duta juga dibunuh. Satu orang sandera di Pelabuhan Belawan juga dibunuh dan jenazahnya di lempar dari atas kapal yang dibajak teroris.Sontak hal itu sangat disesalkan Panglima TNI. Ini adalah skenario Latihan Gabungan Malindo Darsasa-8AB/2013 yang dibuka Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Lanud Soewondo, Medan, Jumat (7/6/2013). Selanjutnya, Panglima TNI dan Panglima ATM mengeluarkan perintah operasi kepada Komandan Combine Joint Task Force Counter Terrorism untuk segera melakukan operasi pembebasan sandera di tiga titik agar tidak ada lagi korban. Pembebasan sandera harus benar-benar matang dan tidak boleh gagal. “Pembebasan sandera dalam keadaan selamat merupakan yang terbaik dari yang baik,” tegas Panglima TNI pada saat mengeluarkan perintah operasi kepada Komandan CJTF-CT di Gedung Serba Guna Lanud Soewondo, Ahad (9/6/2013). Selanjutnya Panglima TNI mengatakan kepada Komandan CJTF-CT agar memperhatikan masalah HAM. Sekecil apapun yang melangar HAM merupakan kegagalan dalam melakukan operasi. Oleh sebab itu agar ditekankan kembali kepada prajurit yang ikut pembebasan sandera, karena ini sudah menjadi perhatian dunia.Hindari pelanggaran sekecil apa pun, kendatipun yang dihadapi adalah teroris bersenjata api dan memiliki bahan peledak yang membahayakan. Tujukkan profesionalisme bahwa prajurit mampu menghadapi teroris bersenjata api. Prajurit diyakini sudah mempelajari anatomi teroris di tiga titik tersebut, sehingga dapat melakukan operasi sesuai rencana. Masih ada waktu yang diberikan Panglima TNI dengan batas waktu tujuh hari. Gunakan waktu yang ada untuk berlatih dan berlatih, pusatkan konsentrasi agar pokus pada tugas pokok masing-masing yang akan dihadapi, tandas Panglima TNI. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Satu Sandera Perempuan Dibarter Satu Helikopter

Berita

Tim Aju Malaysia Tiba di Medan