Medan, (beritasumut.com) – Sebanyak delapan orang Warga Negara Myanmar tewas dalam bentrokan antar imigran di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan, Jalan Selebes, Belawan, Medan, Sumatera Utara, Jumat (05/04/2013) dini hari.Kepala Bidang Dokter dan Kesehatan Kepolisian Daerah Sumatera Utara dr Hariyanto menjelaskan, untuk kasus bentrokan ini, bukan hanya tindakan forensik yang dilakukan. Namun pihaknya juga harus melakukan tindakan identifikasi terhadap jenazah. "Intinya saya di sini, mengidentifikasi agar dapat mengetahui nama korban tewas sekaligus orangnya,” ujarnya di RS Pirngadi, Jalan HM Yamin, Medan, Jumat (05/04/2013).Ditambahkannya, ada sebanyak delapan orang yang tewas. Ada nama, tapi tidak diketahui siapa pemilik nama tersebut. Proses penyesuaian inilah yang dilakukan dengan memeriksa semua ciri pada jenazah, mulai dari sidik jari, gigi dan mengambil sampel DNA. Semua hasil identifikasi ini dan akan dicocokkan dengan data yang ada di imigrasi, imbuhnya. Untuk membantu identifikasi, empat orang rekan korban yang selamat, didatangkan ke RS Pirngadi. "Mumpung mayatnya masih segar, sehingga mungkin masih bisa mengenali dari wajah," ujarnya. Jenazah korban tewas kebanyakan mengalami luka karena benturan di kepala, akibat benda tumpul dan terjatuh. (BS-021)