Simalungun, (beritasumut.com) – Pasca tewasnya Kapolsek Dolok Pardamean AKP Andar Siahaan yang tewas dibantai warga di Desa Huta Raja, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Rabu (27/03/2013) malam, aparat kepolisian dari Polres Simalungun dan Brimob masih terus memburu otak pelaku bandar togel, Saragih, yang berhasil kabur saat Kapolsek dan tiga anak buahnya dibantai warga. Hingga kini polisi sudah menetapkan delapan belas orang tersangka pengeroyokan yang mengakibatkan AKP Andar Siahaan tewas.
Suasana Desa Huta Raja yang berjarak sekitar empat puluh kilometer dari Kota Pematang Siantar ini tampak masih mencekam. Sejumlah aparat kepolisian bersenjata lengkap juga terus melakukan penjagaan di sekitar TKP dan Desa Huta Raja.
Di TKP masih terlihat sisa-sisa pecahan kaca mobil milik Kapolsek AKP Andar Yonas Siahaan saat pertama kali diserang oleh ratusan warga sebelum akhirnya tewas meregang nyawa di tangan ratusan warga yang menghakiminya secara membabibuta.
Hingga Jumat (29/03/2013), aparat kepolisian terus melakukan penyisiran di perkampungan yang berada di kawasan pegunungan Kabupaten Simalungun ini untuk melacak keberadaan warga yang terlibat dalam pengeroyokan termasuk Saragih, bandar togel yang diduga sebagai aktor intelektual pembantaian sadis Kapolsek yang berhasil kabur saat Kapolsek bersama tiga anak buahnya dibantai warga.
Sementara itu Bupati Simalungun JR Saragih yang datang ke lokasi kejadian meminta warganya untuk tidak bertindak main hakim sendiri. JR juga berharap aparat kepolisian yang bertugas di desa-desa terpencil agar mengedepankan pendekatan persuasif dan memberitahu kepada kepala desa atau kepala dusun jika terindikasi ada warga yang melakukan tindakan kriminal agar tidak menimbulkan ketakutan di masyarakat.
Hingga kini sedikitnya sudah sembilan puluh orang warga Desa Huta Bayu Pane Raja yang diamankan untuk dimintai keterangan trerkait kasus pembantaian Kapolsek Dolok Pardamean AKP Andar Yonas Siahaan. Polisi sudah menetapkan delapan belas orang resmi berstatus tersangka termasuk Damaria Aruan, istri Saragih yang diduga kuat menjadi pemicu amuk warga setelah ia meneriaki korban sebagai maling. (BS-002)