Medan, (beritasumut.com) – Gara-gara mempertanyakan utang, B Simanjuntak (53) tega menganiaya borunya (anak perempuan) bernama Putri Dewita Simanjuntak (18) dan harus dirawat di Rumah Sakit Pirngadi, Medan, Sumatera Utara.
Korban siswi Kelas III SMA ini dipukuli ayahnya hingga lembam sekujur tubuhnya. Saat dipukuli, korban tidak dapat berbuat banyak, ia hanya bisa menceritkan pada ibunya, Sinta Deliana Boru Sihombing (45) hingga dilaporkan ke Polres Pelabuhan Belawan dengan nomor Surat Tanda Terima Laporan Polisi Ni STTLP/158/III/2013/SPKT III Tanggal 12 Maret 2013.
Berdasarkan pengakuan Sinta dan Putri kepada wartawan di RS Pirngadi, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Senin (18/03/2013), penganiayaan terjadi di rumah yang ditempati B Simanjuntak di Kompleks Griya Marelan, Titi Papan, Medan Labuhan, Senin (11/03/2013) malam lalu.
"Ayahnya dan saya sudah berpisah, namun belum resmi bercerai. Kadang dia (Putri) tinggal di rumah ayahnya, kadang dengan saya di Jalan Pelita IV, Medan," aku Sinta.
Penganiayaan terhadap Putri bermula ketika remaja ini bertanya soal utang ayahnya. Dia disuruh Sinta menanyakan informasi bahwa rumah mereka sudah digadaikan.
"Kami dapat informasi, ayahnya pinjam uang sampai Rp93 juta. Mobil sudah dijual, sekarang pinjam lagi. Itu kan masih harta bersama, proses perceraian kami masih di pengadilan. Saya yang menyuruh Putri menanyakan utang itu kepada ayahnya," jelas Sinta.
Pertanyaan Putri diduga memantik emosi B Simanjuntak. Dia memukuli putrinya itu. Putri mengaku dipukul ayahnya dengan tangan pada bagian kepala dan perut berulang-ulang. Bahkan badannya dipukul dengan sepatu. "Sekarang mual-mual, pening, kadang-kadang tiba-tiba gelap," ucap Putri.
Setelah dipukuli ayahnya, Putri dijemput temannya. Karena terus merasa pusing, dia dibawa ibunya ke RS Angkatan Laut di Belawan. Beberapa hari dirawat di sana, dia dirujuk ke RSU Pirngadi, Medan.
Humas RSU Pirngadi Edison Perangin-angin mengatakan, dari pemeriksaan awal, kondisi Putri dalam keadaan baik. "Ada benturan di perut dan kepala. Kondisi umumnya bagus. Nanti akan ditindaklanjuti, nanti akan kita CT-Scan," katanya. (BS-035)