Medan, (beritasumut.com) – Tragedi cinta segitiga berdarah terjadi di Deli Tua. Erik kritis bersimbah darah akibat dibantai temannya di rumahnya sendiri, Selasa (12/03/2013) sekitar pukul 21.30 WIB.
Johan, tetangga korban di Komplek Perumahan Sejarah Asri, Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara menjelaskan, awalnya warga sekitar tidak curiga karena hampir setiap hari di rumah mahasiswa semester satu tersebut terdengar suara ribut.
Namun, kali ini keributan yang didengar warga luar biasa. Warga lantas berkumpul dan memberanikan diri melakukan pemeriksaan.
Saat hendak melakukan pemeriksaan, warga terpaksa mendobrak rumah korban. Penyebabnya, saat didesak membuka pintu, tak satu pun orang yang berada di dalam mau membuka.
Masih kata Johan, setelah berhasil didobrak, tampak korban sudah bersimbah darah. Darah berceceran dimana-mana. Erik mengalami luka bacok di bagian kepala dan badan.
Melihat warga berhasil masuk rumah korban, pelaku langsung kabur melalui tembok bagian belakang. Warga tidak berhasil menangkap pelaku karena lebih memilih menyelamatkan nyawa korban dengan membawanya ke rumah sakit.
Kanit Reskrim Polsek Deli Tua AKP Simon Sembiring ketika dikonfirmasi mengaku sudah mengantongi nama pelaku dan saat ini masih dilakukan pengejaran. Dugaan sementara, pelaku berjumlah dua orang dan merupakan teman korban.
Sejumlah barang bukti turut diamankan dari lokasi yakni sepeda motor dan sepatu milik pelaku. Pembantaian Erik diduga bermotif cinta segitiga. Untuk memastikannya, polisi tengah melakukan pendalaman.
Korban saat ini dirawat di Rumah Sakit Sembiring, Deli Tua. Ratusan warga tampak memadati komplek perumahan korban menyaksikan olah TKP yang dilakukan Tim Identifikasi Polresta Medan. (BS-035)