Penyerangan Mapolres OKU Harus Diinvestigasi Secara Menyeluruh

Redaksi - Jumat, 08 Maret 2013 18:27 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir032013/beritasumut_Majda El Muhtaj2.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google

Medan, (beritasumut.com) – Peristiwa penyerangan Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Kamis (07/03/2013), disesalkan banyak pihak dan menjadi perhatian berbagai kalangan. Penyerangan tersebut merupakan sebuah bentuk pelanggaran hukum yang dapat merusak sebuah kredibilitas.

Seperti disampaikan Kepala Pusat Hak Azasi Manusia (HAM) Unimed Majda El Muhtaj, penyerangan Mapolres OKU merupakan bentuk pelanggaran hukum yang jelas merusak kredibilitas, citra serta simbol-simbol lembaga negara. Peristiwa itu selanjutnya patut dilakukan refleksi dan investigasi secara menyeluruh serta transparan agar peristiwa memalukan seperti itu tidak terulang kembali.

"Kita sangat menyayangkan dan prihatin dengan peristiwa penyerangan itu. Semoga teman-teman Polri bisa terus semangat dan cerdas dalam menyikapi hal ini," ungkap Majda di Medan, Sumatera Utara, Jumat (08/03/2013).

Menurutnya, komunikasi  secara intensif lintas sektoral, khususnya relasi harmonis TNI dan Polri harus terus ditingkatkan. "Kapolri dan Panglima TNI, serta kita semua harus mengawal tegaknya hukum berkeadilan kepada para pelaku untuk memberikan efek jera agar wibawa Polri dan TNI semakin terjaga di mata publik," sebutnya.

Arogansi dan superioritas lembaga TNI dan Polri seharusnya tidak boleh terjadi jika kedua pihak menyadari, mengabdi kepada kepentingan negara yang didasarkan kepada amanat dan mandat konstitusi ialah final dan harus dilakukan dengan benar dan dengan kesungguhan hati. "Semoga aksi serupa tidak akan lagi terjadi di manapun di bumi Indonesia," ujarnya. (BS-024)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Walikota Medan Diminta Copot Kadis Pertamanan

Berita

Prinsip Betah Tunjukkan Komitmen Polri Terhadap Rekrutmen Berkualitas

Berita

Banyak Masyarakat Sumut Tak Memilih

Berita

Pemilu Realisasi Pemenuhan Hak Sipil dan Politik