Medan, (beritasumut.com) – Tersangka penculik dan pembunuh bocah Selo Nababan, mengaku tidak ada rencana melakukan pembunuhan. Dia juga tidak menyatakan menyesal atas perbuatannya.Tersangka Santi Magdalena Boru Manurung (39) menyatakan, penculikan yang dilakukannya murni karena uang. Semula memang dia menuntut tebusan Rp2 miliar, tapi bersedia negosiasi."Aku sudah mau turun jadi Rp200 juta, karena tak ada tanggapan, tak kuperhatikan lagi," kata Santi saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolres Deli Serdang, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (22/02/2013).Santi mengaku dia melakukan penculikan itu atas inisiatif sendiri. Selo Nababan datang sendiri ke rumahnya pada Ahad (20/02/2013) sore. Anak-anak tetangga memang sering datang ke rumahnya di Dusun VII, Desa Pagar Jati, Kecamatan Lubuk Pakam, Deli Serdang.Dipicu sakit hati dan dendam kepada orang tua korban, Selo kemudian diikat. Mulutnya diplester, sementara kaki dan tangan diikat dengan tali rafia. Lalu disembunyikan di dalam rumah. Dia kemudian mengirim SMS meminta tebusan dan tetap beraktivitas seperti biasa.Selama masa penculikan, korban tidak diberi makan. Dia mengaku baru tahu korbannya meninggal pada Selasa (19/02/2013)."Aku tidak ada niat membunuh dia. Aku cuma mau uang, untuk biaya hidupku," kata Santi yang berbicara dengan menggunakan penutup wajah.Mengetahui korbannya meninggal, Santi kemudian memasukkan mayat Selo ke dalam goni. Lalu dibuang di belakang rumahnya. Mayat itu ditemukan polisi dengan bantuan anjing pelacak pada Selasa malam sekitar pukul 21.45 WIB. (BS-035)